Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Sebelumnya
BioNTech merupakan pemegang izin edar di Uni Eropa, dan pemegang otorisasi penggunaan dalam kondisi darurat di Amerika Serikat (bersama dengan Pfizer), Kanada, dan negara-negara lain, sebelum nantinya diajukan permohonan izin edar penuh.
Terkait hal ini, Country Manager PT Pfizer Indonesia Stephen Leung mengapresiasi kerja sama yang telah dijalin antara pihaknya, BioNTech dan Kementerian Kesehatan RI.
Baca juga : PLN Salurkan Bantuan Oksigen Ke Sejumlah RS Di Jawa Tengah
“Perjanjian ini merupakan sebuah langkah penting untuk menghadirkan vaksin Covid-19, untuk melindungi kesehatan masyarakat di Indonesia, memulihkan perekonomian, dan mempercepat kembalinya kehidupan normal bagi masyarakat Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Chief Business and Chief Commercial Officer BioNTech, Sean Marett berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan kepercayaannya terhadap kemampuan pihaknya, dalam mengembangkan vaksin yang diyakini dapat mengatasi ancaman pandemi global ini.
Baca juga : Lagi, 1,4 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Tiba Di Indonesia
“Tujuan kami adalah menyediakan suplai vaksin Covid-19 yang dapat diterima. Serta efektif bagi banyak orang di seluruh dunia, secepat mungkin,” tandas Marett. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya