Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Dorong Perbankan Beri Pembiayaan UMKM Hingga 30 Persen

Kamis, 23 September 2021 22:06 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Peran Perbankan dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan. (Foto: ist)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki pada acara Peran Perbankan dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong agar perbankan meningkatkan perannya dalam membantu sektor UMKM untuk terus berkembang di tengah hantaman badai Covid-19.

Pasalnya, saat ini pembiayaan dari perbankan terhadap sektor UMKM baru sebesar 20 persen dari total kredit perbankan. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. 

"Untuk itu pemerintah menargetkan pada tahun 2024 mendatang kredit perbankan kepada sektor UMKM bisa mencapai 30 persen," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam diskusi bertajuk Peran Perbankan dalam Ekosistem Digital UMKM Masa Depan yang digelar oleh MikroForum-Forwada secara virtual, Kamis (23/9).

Teten menegaskan, perbankan perlu terus didorong untuk penyaluran kreditnya ke UMKM, serta sektor produktif yang berpotensi lebih mendorong pergerakan perekonomian. Saat ini penyaluran kredit UMKM didominasi untuk modal kerja sebesar 73 persen dan pada sektor perdagangan sebesar 49 persen.

Berita Terkait : OttoPay Catat Kenaikan Transaksi Hingga 60 Persen Selama Pandemi

Ia memastikan, sudah mencanangkan beberapa program untuk mendukung kebangkitan UMKM pasca pandemi Covid-19. Mulai program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) seperti pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), subsidi bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan lainnya.

Hingga 30 Juli 2021, BPUM yang disalurkan mencapai Rp 14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta usaha mikro. Pemerintah melalui bank penyalur telah menyalurkan dana KUR per 5 September 2021 sebesar Rp177,71 triliun kepada 4.795.255 debitor atau 70,06 persen dari target Rp 253,64 triliun. 

Sementara bantuan subsidi bunga KUR (kredit usaha rakyat) sebesar 3 persen yang akhirnya diperpanjang hingga akhir Desember 2021. Dukungan juga diberikan untuk pembiayaan kepada koperasi lewat LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) per 17 September 2021 telah tersalur Rp 1,04 triliun dari target Rp1,6 triliun kepada 128 koperasi. 

"Kita juga memberikan pendanaan bagi wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausaha kepada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp 12,6 miliar," rincinya.

Berita Terkait : Menteri Teten Janji Sinergikan Kementerian/Lembaga Bantu UMKM Bertahan

Hadir di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bantuan fiskal yang digulirkan untuk sektor UMKM melalui dana PEN hingga 23 September 2021 terealisasi sebesar Rp 52,9 triliun. 

Dana tersebut telah dinikmati oleh 27,39 juta UMKM. Dana PEN tersebut disalurkan melalui beberapa program seperti subsidi bunga, penempatan dana pemerintah ke bank dan mitra demi mendukung program restrukturisasi dan peningkatan modal kerja UMKM. 

Selain itu juga digulirkan dalam bentuk bantuan produktif usaha mikro (BPUM), bantuan tunai dan insentif PPh Final. "Guna untuk mendukung UMKM kita bertahan dan berkembang di tahun 2021 ini kita telah mengalokasi dana PEN khusus UMKM dengan nilai mencapai Rp 95,13 triliun," ungkap Airlangga.

Dijelaskannya, masa pandemi saat ini banyak UMKM yang terdampak usahanya. Namun seiring dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai program strategis terbukti efektif mampu membantu UMKM bangkit kembali. 

Berita Terkait : Pertamina Kilang Balikpapan Dukung Penerapan Kebijakan Zero Harassment

Program-program yang digulirkan tersebut dipastikan akan terus berlanjut sehingga diharapkan UMKM tetap bisa menjadi bantalan bagi perekonomian nasional di tengah masa sulit seperti saat ini. 

"Mayoritas UMKM memang tidak luput dari dampak negatif meski ada beberapa sektor yang tumbuh positif. Dibandingkan 2020 tahun ini sebanyak 84,8 persen, UMKM sudah beroperasi normal kembali dan 40 persennya menggunakan jaringan marketplace untuk memasarkan produknya," pungkasnya. [DWI]