Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perpusnas Hadir Di The Leaders’ Conversations 2021

Selasa, 2 Nopember 2021 15:54 WIB
Diskusi panel The Leaders` Conversations 2021. (Foto: Dok. Perpusnas)
Diskusi panel The Leaders` Conversations 2021. (Foto: Dok. Perpusnas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menjadi salah satu tamu spesial diskusi panel dalam The Leaders’ Conversations 2021. Kegiatan bertema “Masterplans of Libraries and Archives” ini digelar Federasi Internasional Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan (IFLA) Kantor Regional untuk Asia dan Oseania dan National Library Board (NLB) Singapore, secara virtual, Senin (1/11).

Dalam sambutannya, Presiden IFLA Barbara Lison mengatakan, pihaknya memiliki empat arah strategis untuk periode 2019-2024. Pertama, memperkuat suara dunia tentang pentingnya perpustakaan. Kedua, cara menginspirasi dan meningkatkan praktik profesional. Ketiga, menghubungkan dan memanfaatkan bidang perpustakaan. Keempat, membahas optimalisasi organisasi perpustakaan di seluruh dunia.

“IFLA mencoba untuk menjalankan keempat arah strategis tersebut dalam lima tahun ini,” ujarnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Selasa (2/11).

Berita Terkait : Menag Jadi Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia 2021-2023

Sekretaris Utama Perpusnas Woro Titi Haryanti menjelaskan, perpustakaan menjadi prioritas dalam pembangunan Indonesia. Perpusnas selaku pembina dari seluruh jenis perpustakaan di Indonesia bertanggung jawab atas terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehingga perpustakaan wajib bertransformasi.

Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dijalankan Perpusnas menargetkan perpustakaan desa agar mampu menghubungkan masyarakat dengan koleksi yang dimiliki Perpusnas melalui layanan daring seperti Indonesia OneSearch (IOS) dan Khasanah Nusantara (Khastara).

Dalam upaya melestarikan dan mempromosikan manuskrip Nusantara, Woro mengajak Perpusnas Australia dan negara di Asia untuk berkolaborasi dalam menghimpun manuskrip Nusantara yang masih berada di luar Indonesia. “Dengan demikian, harapan kami manuskrip-manuskrip tersebut bisa dikenal di seluruh dunia,” jelasnya.

Berita Terkait : Perhutani Jadi BUMN Corporate Brand Awards 2021

Woro menambahkan, kerja sama merupakan hal yang harus dilakukan, mulai dari desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga sektor swasta. Untuk itu, Perpusnas mengadakan pertemuan rutin dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang perpustakaan. 

“Pertemuan rutin tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman lebih baik tentang fungsi perpustakaan yang telah bertransformasi yakni untuk belajar, berbagi, dan beraktivitas. Kerja sama ini dibuka untuk semua jenis perpustakaan,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO NLB Singapore Ng Cher Pong menyatakan, pihaknya memiliki rencana kolaborasi yang diperuntukkan bagi mitra dan komunitas. “LAB25 adalah undangan untuk berkolaborasi dengan NLB Singapore guna menata kembali perpustakaan dan arsip dalam menjadi pendamping yang lebih kuat bagi masyarakat saat kita melibatkan sosial, budaya dan ekonomi untuk berkembang bersama,” urainya.

Berita Terkait : Mendagri Tak Bisa Hadir, DPR Tunda Raker Tanggal Pencoblosan Pemilu 2024

The Leaders’ Conversations merupakan kegiatan yang diselenggarakan pertama kali secara virtual pada 2020. Kegiatan ini digunakan sebagai wadah bagi para pemimpin perpustakaan baik dari dalam maupun luar Asia dan Oseania untuk berbagi wawasan tentang perkembangan besar dalam dunia perpustakaan. Inisiatif ini mendapat dukungan besar dari IFLA dan IFLA Regional Kantor Regional untuk Asia dan Oseania karena selaras dengan Visi Global IFLA. [USU]