Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Seluruh Jemaah Haji Gelombang Pertama Sudah di Makkah, Kecuali yang Sakit
Minggu, 2 Juni 2024 15:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Operasional layanan jemaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah secara keseluruhan telah dilaksanakan. Kecuali jemaah yang masih dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit di Madinah, seluruh jemaah di Madinah telah diberangkatkan ke Makkah Al-Mukarramah untuk melaksanakan umrah wajib dan dilanjutkan menjalani tahapan puncak haji.
“Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah melepas rombongan terakhir Gelombang I dari Kloter BPN 07 (Balikpapan) usai mengambil miqat di Bir Ali dan berangkat menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib pada pukul 09.34 waktu Arab Saudi,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama (Kemenag) Widi Dwinanda, dalam keterangan resmi Kemenag, di Jakarta, Minggu (2/6).
Dengan telah dilaksanakannya seluruh layanan operasional di Madinah, PPIH Daker Madinah akan segera bergeser untuk membantu operasional di Daker Makkah. Direncanakan, PPIH Daker Madinah akan diberangkatkan menuju Makkah pada Senin (3/6).
Baca juga : Pj Gubernur Jateng Dampingi Wapres Ma’ruf Resmikan Layanan Fast Track
Widi melanjutkan, bagi jemaah yang masih dirawat di KKHI dan rumah sakit di Madinah, setelah melakukan pendataan, PPIH akan membawa mereka ke Makkah dengan diantar petugas KKHI. Sebelum berangkat, pembimbing ibadah PPIH memfasilitasi jemaah sakit tersebut untuk miqat dan berihram di Masjid Bir Ali dan melaksanakan umrah wajib.
Widi melanjutkan, momentum menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) dan melempar jumrah menuntut kesiapan prima, khususnya ketahanan fisik yang menjadi salah satu prasyarat jemaah dapat menjalankan tahapan Armuzna dengan lancar.
“Masa menunggu puncak haji tersebut, selain mendalami manasik haji, banyak jemaah yang memanfaatkan waktu tersebut untuk tawaf sunah atau ibadah umrah, bahkan sebagian jemaah melakukan umrah hingga berkali-kali,” katanya.
Baca juga : Panggung Musikal Keluarga Cemara Ajak Keluarga Tertawa dan Bernyanyi Bersama
Dia mengingatkan, aktivitas tawaf sunah dan umrah berkali-kali dapat memicu ketahanan fisik melemah, dan rentan penyakit bawaan (komorbid) kambuh pada saat puncak haji mendatang. “Karenanya, jemaah diimbau untuk membatasi ibadah umrah dan aktivitas ibadah sunah yang berpotensi menguras energi,” ucapnya.
PPIH, khususnya yang menangani jemaah lansia dan disablitas, serta tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), kata Widi, secara reguler melakukan visitasi dan edukasi jemaah ke setiap sektor terkait pelaksanaan safari wukuf dan tanazul (mabit/menginap di hotel) jemaah lansia dan disabilitas.
“Intensifikasi sosialisasi dan edukasi tentang pelaksanaan safari wukuf dan tanazul ini diharapkan dapat mendorong jemaah serta perangkat kloter mempersiapkan diri dengan baik mengikuti tahapan Armuzna mendatang” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya