Dark/Light Mode

PPIH Inspeksi Katering dan Pemondokan Jemaah Haji, Pastikan Kebersihan dan Kualitas Makanan

Senin, 1 Juli 2024 18:31 WIB
Anggota Media Center Kemenag, Widi Dwinanda. (Foto: Dok. Kemenag)
Anggota Media Center Kemenag, Widi Dwinanda. (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kualitas makanan jemaah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di tempat katering dan pemondokan. Inspeksi dilakukan tim Sanitasi dan Food Security Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

“Tim ini berupaya mencegah penyakit yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Inspeksi yang dilaksanakan meliputi pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti standar suhu, kualitas udara, pencahayaan ruangan, kebersihan lingkungan, dan pengolahan limbah,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama (Kemenag), Widi Dwinanda, saat menyampaikan keterangan resmi Kemenag, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (1/7/2024).

Tim Sanitasi dan Food Security memastikan ketersediaan air bersih, melakukan pengendalian vektor penyakit, dan mengelola limbah medis di lingkungan KKHI, pos kesehatan sektor, dan pos kesehatan satelit.

Baca juga : Ini Kriteria Jemaah Haji Sakit yang Bisa Ajukan Mutasi Kloter

Widi melanjutkan, IKL yang dilaksanakan berupa pengamatan dan pemeriksaan langsung terhadap aspek lingkungan katering dan pemondokan jemaah haji. Untuk menjamin keamanan makanan para jemaah sebelum dikonsumsi, dilakukan pemeriksaan sampel makanan secara organoleptik.

“Pemeriksaan ini meliputi pengujian rasa, bau, tekstur, dan warna makanan. Uji organoleptik ini bertujuan mendeteksi adanya risiko kerusakan makanan sedini mungkin, sehingga dapat dicegah sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji,” tuturnya.

Pemeriksaan ini dilakukan terhadap semua sampel makanan, baik menu reguler maupun menu lansia, yang dikirimkan katering ke KKHI pada setiap waktu makan (pagi, siang, malam, selamat datang, dan selamat jalan).

Baca juga : Pasca Armuzna, PPIH Sambut Kedatangan Jemaah Haji Gelombang II di Madinah

Untuk kegiatan sanitasi, lanjut Widi, tim melaksanakan kegiatan sanitasi melalui inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan di KKHI, katering, dan hotel/pemondokan jemaah.

Di KKHI, kata Widi, inspeksi dan intervensi kesehatan lingkungan fokus pada pengelolaan limbah medis dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dan pemantauan limbah medis hingga pos kesehatan sektor dan pos kesehatan satelit.

“Di katering, tim juga melakukan IKL terhadap dapur katering penyedia makanan jemaah haji pada tahun ini. IKL dilakukan terhadap 57 dapur katering penyedia makanan jemaah haji,” ujarnya.

Baca juga : Bamsoet: Saya Hargai Putusan Kawan-kawan yang Mulia di MKD

Sasaran lainnya dari kegiatan IKL, tambah Widi, adalah 169 hotel/pemondokan jemaah haji. IKL terhadap hotel/pemondokan dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi sanitasi dan kesehatan lingkungannya sesuai dengan standar yang berlaku.

“Setiap hari, tim Sanitasi dan Food Security memperbarui informasi cuaca harian yang meliputi suhu, kelembaban, dan kecepatan angin. Pembaharuan informasi dalam bentuk infografis yang disebarluaskan melalui media komunikasi group WhatsApp Daker Kesehatan, PPIH Arab Saudi serta semua yang terkait,” ucapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.