Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ini Kisah Konjen RI Cape Town, Afrika Selatan (2)
Jualan Kacang Hingga Duel Dengan Parad
Rabu, 10 Juli 2024 16:15 WIB
Sebelumnya
Bagian 4
Barang Dagangan Hendak Direbut Orang
Malam itu, sehabis bubaran bioskop putaran pertama, Mas Geng dan Tudi didatangi dan diancam oleh Parad penjual kacang yang berasal dari daerah lain. Parad sudah dewasa. Postur tubuhnya besar. Parad mengancam Mas Geng dan Tudi, anak-anak kecil itu agar tidak berjualan di wilayah tertentu dalam gedung bioskop.
Mas Geng dan Tudi berpandangan itu daerah umum dan siapa saja boleh berjualan di situ. Parad merasa tertantang. Dia tarik barang dagangan kedua anak itu.
Baca juga : Dua Bersaudara Mengejar Mimpi, Dari Kampung Bebekan Ke Afrika Selatan
Mas Geng dan Tudi pun melawan, berduel sama Parad yang tubuhnya jauh lebih besar. Tinggi Mas Geng sedada Parad, sedang Tudi sedikit di bawah dada. Karena merasa tidak imbang, Tudi melepaskan sabuk ikat pinggangnya.
Dia putar-putarkan sabuknya dan menjaga Mas Geng dan dirinya dari jangkauan serangan Parad. Orang itu menjadi tidak leluasa melancarkan pukulan atau tendangannya.
Seorang Brimob mendatangi mereka. "Stop. Ada apa ini?". " Ini Pak barang dagangan kami mau direbut Pak," Jawab Mas Geng dan Tudi hampir bersamaan. "Benar begitu?", tanya Brimob ke Parad. "Ehm....ehm," Parad gelapan tidak bisa menjawab. Dia pun digelandang dan dibawa oleh Brimob itu.
Baca juga : Perkuat Diplomasi, Konjen RI Cape Town Bangun Sinergi Dengan Insan Media
Sekitar 1,5 tahun waktu berjalan. Mas Geng dan Tudi masih bergelut dengan kacang. Rumah mereka pindah ke Bebekan Selatan, sekitar 700 meter arah Selatan dari alamat sebelumnya. Di sini mereka menemukan teman-teman baru seperti Suud dan Hari yang juga belakangan turut menjadi penjual kacang.
Emak Mas Geng dan Tudi selain membantu menggoreng kacang di siang hari, adalah seorang pedagang sayur keliling. Berangkat kulakan di Pasar Gede Malang jam 04.00. Setelahnya, berkeliling dari kampung ke kampung dan kembali ke rumah sekitar jam 10.30-11.30 an.
Jarak Pasar Gede - Bebekan Selatan sekitar 4 km. Berangkat naik bemo. Setelah memperoleh barang dagangan berjalan berkeliling dari Pasar Gede ke arah Kasin, Mbareng, Mbareng Kulon, Taman Gayam, Buah-buahan, Pisang Candi dan Bebekan. Sementara bapaknya bekerja sebagai tukang batu.
Baca juga : Konjen RI Cape Town Garap Film Romantis Berlatar Kisah Tsunami Aceh
Jam 02.00- 03.00 sering Emaknya, Mas Yon, Mas Geng mengajak keluar rumah untuk berdoa kepada Allah. Mereka memohon perlindungan dan pertolongan kepada Sang Pencipta. Mereka yakin di jam-jam itu Allah turun dari 'Arsy-nya ke bumi dan akan mengabulkan doa siapa saja yang memintanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya