Dark/Light Mode

Penulis Ini Bikin 10 Video Pemikiran Denny JA Tentang Agama Di Era AI

Jumat, 2 Agustus 2024 22:46 WIB
Denny JA. (Foto: Ist)
Denny JA. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penulis Buku, Ahmad Gaus membuat 10 video pemikiran Denny JA tentang agama di era Artificial Intelligence (AI).

Video ini diadaptasi dari bukunya "Era Ketika Agama Menjadi Warisan Kultural Milik Bersama: Sembilan Pemikiran Denny JA soal Agama di Era Google”. 

Video buku ini merupakan sebuah upaya untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana menempatkan agama di era Google dan Artificial Intelligence (AI). Sebanyak 10 video itu berdurasi 10-27 menit.

“Berbeda dengan pemikir lain, Denny JA membahas agama dengan perspektif baru: Neuro Science, Positive Psychology, Arkeologi, dan data statistik,” ujarnya. 

Baca juga : PNM Peduli Tanam 50.000 Mangrove Tekan Bencana Di Pesisir

Misalnya, kaya dia, di negara yang menganggap agama sangat penting oleh lebih dari 90 persen penduduknya tingkat korupsi di negara itu justru tinggi. Sebaliknya, di negara yang tak lagi menganggap agama penting oleh mayoritas penduduknya, korupsi di negara itu justru rendah.

Gaus juga mengungkapkan riset arkeologi atas Nabi Musa dan Nabi Nuh. Riset itu menyatakan eksodus Nabi Musa dan kisah banjir bandang Nabi Nuh tak pernah terjadi dalam sejarah. Kisah ini sebuah moral teaching untuk kesalehan perilaku.

Menurut dia, aktivitas keagamaan dewasa ini telah terhubung erat dengan teknologi seperti aplikasi dan platform digital, situs web, dan platform media sosial. Bahkan AI dapat digunakan untuk membuat konten yang lebih personal dan interaktif, seperti chatbot yang bisa menjawab pertanyaan tentang agama.

AI saat ini telah masuk ke gereja Protestan, kuil Buddha di Jepang, dan Masjid Agung di Arab Saudi. Di Gereja Protestan Paul Church pada musim panas 2023, sekitar 300 umat dengan khusyuk mendengarkan khotbah dari pendeta yang berupa robot AI.

Baca juga : Perluas Layanan, WOM Finance Resmikan Kantor Cabang Jakarta Barat 2

Hal serupa juga terjadi di Kuil Kodai-ji Buddhist Temple di Jepang, di mana sejak tahun 2019 AI telah hadir. Umat di kuil ini dapat meminta nasihat dari Biksu KANNON MINDAR, yang didukung oleh AI, kapan saja berdasarkan doktrin Buddha.

Di Masjid Agung di Saudi Arabia, sejak tahun 2023, juga telah ditempatkan robot AI untuk melayani pertanyaan umat dalam 11 bahasa. Umat dapat meminta informasi tentang siapa yang menjadi imam atau meminta siraman rohani melalui pembacaan ayat-ayat Al-Quran.

Video buku ini juga hadir dengan penjelasan yang mendalam bahwa agama harus dilihat melalui lensa Neuro-science, Positive Psychology, Arkeologi, dan Data Statistik, sebagaimana tuntutan sains modern.

Neuro-science dimanfaatkan untuk menjelaskan aspek spiritualitas dan pengalaman keagamaan. Ini bisa membantu memperdalam pemahaman tentang bagaimana praktik keagamaan mempengaruhi otak dan kesejahteraan mental.

Baca juga : Prabowo Akan Tingkatan Kualitas Hidup Rakyat

Begitu juga Positive Psychology. Video buku ini menjelaskan prinsip-prinsip psikologi positif untuk menunjukkan bagaimana praktik keagamaan bisa meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup.

Salah satu bagian penting dalam video buku ini adalah pendekatan kultural dan humanis dalam memandang agama. Kata dia, Denny JA mengajak untuk melihat agama sebagai warisan kultural yang bisa dihargai oleh semua orang, bukan lagi sebagai kebenaran mutlak.

Tema-tema dalam video buku tersebut adalah sebagai berikut: Iman Berbasis Riset, Manusia Dengan Atau Tanpa Agama, Kitab Suci Di Abad 21, Moderasi Agama, Hijrah ke Era Demokrasi, Perebutan Tafsir Agama, Menggandeng Science dan Jalauddin Rumi, Spiritualitas Baru Abad 21, Agama Sebagai Warisan Kultural Milik Kita Bersama, dan Epilog.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.