Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenag Pastikan, Semua Bus Shalawat Haji 2024 Ramah Lansia
Rabu, 18 September 2024 23:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, seluruh armada Bus Shalawat yang beroperasi melayani jemaah Indonesia pada musim haji 1445 H/2024 M memiliki spesifikasi city bus. Bus ini memiliki spesifikasi body rendah sehingga memudahkan penumpang untuk naik turun, termasuk jemaah lanjut usia (lansia).
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Subhan Cholid menerangkan, penggunaan city bus ini sejalan dengan layanan haji ramah lansia yang ditetapkan Pemerintah.
"Bus Shalawat yang kita sediakan dengan jenis city bus seluruhnya ramah lansia. Karena memiliki body rendah," jelas Subhan, di Jakarta, Selasa (17/9/2024).
Subhan menambahkan, selain city bus yang terdapat puluhan kursi di dalamnya, ada juga city bus VVIP. City bus jenis ini memiliki lintasan lipat di pintunya yang digunakan untuk naik turun kursi roda.
Baca juga : Kementan Pastikan PAT di 5 Kabupaten Berjalan Lancar
Menurutnya, city bus jenis ini terbatas jumlahnya di Arab Saudi. Saat ini, hanya ada 25 unit dari seluruh jumlah armada city bus yang ada.
"Nah, 25 unit itu tersebar dalam beberapa syarikat. Syarikat yang kita kontrak untuk layanan Shalawat itu semuanya kita pakai yang jumlahnya 20. Yang lima itu punya syarikat lain yang tidak kita kontrak," sambungnya.
Fakta ini, lanjut Subhan, perlu dipahami masyarakat. “Semua bus yang bentuknya VIP untuk layanan lansia, itu 100 persen sudah kita sewa. Adanya memang hanya 20. Bedanya apa dengan city bus yang lain? Ini kursinya lebih sedikit," tutur Subhan.
Sejarah Bus Shalawat
Subhan memaparkan, layanan Bus Shalawat untuk mengantar jemaah haji Indonesia kali pertama diadakan pada 2008. Saat itu, Pemerintah Saudi melakukan pembongkaran hotel-hotel di sekitar Masjidil Haram, utamanya di daerah Syib Amir. Akibatnya, ketersediaan hotel di sekitar Haram menjadi sangat terbatas. Misi haji Indonesia akhirnya mencari rumah dengan jarak cukup jauh dari Masjidil Haram.
Baca juga : SIM Keliling Jakarta Selasa 17 September, Hadir di 5 Lokasi
"Saat itu, rumah jemaah haji Indonesia dengan jarak terdekat dari Masjidil Haram 2 km. Rumah terdekat Haram yang belum dibongkar harganya naik sehingga tidak terjangkau pagu anggaran," kenang Subhan.
Sementara, rumah paling jauh jaraknya mencapai lebih dari 10 km dari Masjidil Haram. Mulai dari kawasan Hijrah, Mukhathat Bank, Bakhutmah, Kholidiyah, Syauqiyah, Rushaifah, Awali, hingga Ka'kiyah.
Sejak saat itu, kemudian mulai dimasukkan pasal tentang angkutan shalawat. Pada waktu itu, sampai dengan tahun 2010, populasi bus dengan jenis city bus, yang memiliki body rendah, tiga pintu, jumlahnya sangat terbatas.
"Dan itu hanya dimiliki satu perusahaan saja, namanya perusahaan Saptco. Nah, oleh perusahaan Saptco, itu hanya digunakan untuk melayani rute Jamarat - Mahbas Jin - Bab Ali," terang Subhan.
Baca juga : SIM Keliling Depok Selasa 17 September, Hadir Di 2 Lokasi
Kemudian, pada 2013, populasi jenis city bus untuk angkutan masal sudah cukup banyak. Beberapa perusahaan itu memiliki spesifikasi bus tersebut.
"Sehingga kita sudah mulai menyiapkan skema layanan Shalawat secara lebih detail dengan melibatkan personil-personil dari Kementerian Perhubungan dan juga teman-teman dari Sekolah Tinggi Angkutan Darat untuk menghitung dan juga menyiapkan skema-skema layanan itu," kata Subhan.
Pada musim haji 1445 H/2024 M, Pemerintah menyiapkan total 450 Bus Shalawat yang melayani jemaah di Makkah. Ada 76 halte yang disediakan, untuk 22 rute bus. Bus-bus ini melintasi wilayah pemondokan jemaah haji Indonesia yang berada di daerah Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rei Bakhsy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya