Dark/Light Mode

Kota Kinabalu Dinobatkan Sebagai Ibu Kota Puisi Esai

Sabtu, 14 Desember 2024 23:25 WIB
Penggagas Puisi Esai, Denny JA, menyerahkan penghargaan komunitas puisi esai kepada Kota Kinabalu dalam acara Festival Puisi Esai Jakarta ke-2 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (13/12/2024). (Foto: Ist)
Penggagas Puisi Esai, Denny JA, menyerahkan penghargaan komunitas puisi esai kepada Kota Kinabalu dalam acara Festival Puisi Esai Jakarta ke-2 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (13/12/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komunitas Puisi Esai secara resmi menetapkan Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, sebagai Ibu Kota Puisi Esai

Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Penggagas Puisi Esai, Denny JA, kepada Walikota Bandaraya Kota Kinabalu, Dr. Benedict Oliver Lidadun, dalam acara Festival Puisi Esai Jakarta ke-2 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Menurut Denny JA, Kota Kinabalu layak mendapatkan penghargaan ini karena perkembangan pesat puisi esai di Sabah. “Saya tidak menyangka puisi esai bisa tumbuh begitu pesat di Kota Kinabalu. Ini membuktikan bahwa karya sastra ini diterima dengan sangat baik di sana,” ujar Denny JA, penulis puisi esai pertama di dunia.

Baca juga : Ditantang Ibu Ngopi Bareng

Puisi esai pertama kali masuk Sabah pada tahun 2016, empat tahun setelah buku Atas Nama Cinta karya Denny JA terbit pada 2012. Seiring waktu, semakin banyak penulis dan komunitas yang terlibat dalam karya ini, hingga akhirnya puisi esai menjadi salah satu bentuk sastra yang populer di Sabah.

Atas inisiatif Badan Bahasa dan Sastera Sabah (BAHASA), Festival Puisi Esai Antarbangsa di Kinabalu telah digelar sebanyak tiga kali. Festival ini mengundang penyair, penulis, dan akademisi dari Indonesia, Singapura, Brunei, dan Thailand. Sejumlah sastrawan Indonesia seperti Fatin Hamama, R. Syam, dan Agus R. Sarjono pernah hadir dalam festival tersebut.

Salah satu alasan Kota Kinabalu mendapat predikat Ibu Kota Puisi Esai adalah kemandirian komunitasnya dalam menyelenggarakan festival. Dengan dukungan dana dari pemerintah negeri Sabah, festival ini telah menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi puisi esai di kawasan tersebut.

Baca juga : Tok! Kebaya Resmi Ditetapkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Denny JA memberikan apresiasi atas kegigihan komunitas puisi esai di Sabah. “Perjuangan mereka menyebarkan puisi esai begitu luar biasa. Kini, festival ini telah menjadi tradisi yang memperkuat hubungan lintas budaya dan sastra,” katanya.

Penetapan Kota Kinabalu sebagai Ibu Kota Puisi Esai menjadi bagian dari rangkaian acara Festival Puisi Esai Jakarta ke-2, yang berlangsung pada 13-14 Desember 2024. Festival ini menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Selain penyerahan penghargaan, festival ini juga menyelenggarakan diskusi panel, pemutaran film puisi esai, dan pembacaan puisi esai mini. Denny JA juga mengumumkan rencana pembentukan dana abadi agar Festival Puisi Esai Jakarta bisa berlangsung secara rutin setiap tahun.

Baca juga : Unggul Dalam Tata Kelola, BRI Dinobatkan Sebagai The Most Trusted Company 2024

“Dengan pengakuan ini, kita berharap puisi esai semakin berkembang di berbagai belahan dunia,” pungkas Denny JA.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.