Dark/Light Mode

Kopdes Merah Putih: Terobosan untuk Ketahanan Ekonomi Nasional

Senin, 24 Maret 2025 19:54 WIB
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kemenkop RI Panel Barus. Foto: Istimewa
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi, Kemenkop RI Panel Barus. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Penyerap Tenaga Kerja di Desa

 Pemerintah mencanangkan salah satu tujuan utama membentuk Kopdes Merah Putih adalah penciptaan lapangan kerja di desa. Kemampuan koperasi mencetak lapangan pekerjaan sudah terbukti secara internasional.

Amerika Serikat, misalnya, memiliki koperasi yang mampu menciptakan lebih dari 2 juta pekerjaan. Di Indonesia hingga 2023, koperasi telah menyerap sekitar 669.164 tenaga kerja, 258.339 karyawan, dan 15.974 manajer/pengelola.

Baca juga : Golkar Yakin, MBG Tidak Ganggu Ekonomi Nasional

Fakta ini menunjukkan bahwa koperasi memiliki kapasitas signifikan dalam menciptakan lapangan kerja, terlebih jika jumlah koperasi diperbanyak dengan Program 80.000 Kopdes Merah Putih.

Rata-rata, koperasi mampu menciptakan 2–3 lapangan kerja di luar partisipasi anggotanya. Jika tanpa skema khusus seperti Kopdes Merah Putih, 80.000 koperasi hanya akan menghasilkan sekitar 216.000 lapangan kerja tambahan secara nasional. Sangat kecil.

Dengan dirancang memiliki beberapa unit usaha, Kopdes Merah Putih berpotensi menciptakan lapangan kerja tambahan di desa. Misalnya, gerai sembako memerlukan staf pengelola inventaris, penjualan, dan layanan pelanggan. Unit apotek dan klinik akan membutuhkan tenaga kesehatan seperti apoteker, perawat, dan staf administrasi.

Baca juga : Ketua DEN : Deregulasi untuk Efisiensi Ekonomi dan Percepatan Investasi

Unit simpan pinjam menciptakan pekerjaan bagi petugas keuangan, teller, serta administrasi. Kemudian, operasional logistik akan memerlukan pengemudi, petugas gudang, serta petugas distribusi dan penjadwalan. Fasilitas cold storage juga akan menyerap tenaga kerja berupa operator kontrol suhu dan teknisi pemeliharaan.

Kantor Kopdes Merah Putih juga membutuhkan tenaga kerja seperti bidang manajemen operasional dan administrasi umum. Dengan berbagai unit usaha tersebut, perkiraan realistis penyerapan tenaga kerja Kopdes Merah Putih sebanyak 10-15 orang per desa. Maka terciptalah potensi 800.000-hingga 1,2 juta pekerjaan baru secara nasional.

Bandingkan dengan koperasi biasa yang tanpa dukungan desain bisnis terpadu. Kopdes Merah Putih juga berpotensi menciptakan pekerjaan secara tidak langsung, seperti di sektor pemasok desa, teknisi pemeliharaan fasilitas, dan penyedia jasa transportasi untuk kegiatan logistik koperasi.

Baca juga : Panggil Airlangga, Prabowo Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional

Penduduk desa harus benar-benar bisa mengisi peran-peran tersebut sehingga pelatihan keterampilan menjadi aspek yang sangat penting. Pemerintah telah berkomitmen melatih 210.000-240.000 orang, atau rata-rata 3 orang pengelola terlatih per koperasi.

Pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan manajerial, memastikan operasional koperasi berjalan efektif, serta meningkatkan keberlanjutan bisnis koperasi di desa.

Saat ini, terdapat sekitar 3,17 juta penduduk desa yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Jika Kopdes berhasil menciptakan 1 juta lapangan kerja baru artinya angka kemiskinan ekstrem di desa turun 25–30 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.