Dark/Light Mode

Lebaran, Perputaran Ekonomi, dan Spirit Syawal yang Harus Tetap Naik

Senin, 31 Maret 2025 14:17 WIB
Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Foto: Istimewa
Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi. Foto: Istimewa

 Sebelumnya 
Dalam situasi ekonomi yang menantang, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar spirit Syawal tetap terjaga:

Berhemat dan Bijak dalam Mengelola Keuangan

Jika tahun ini perputaran uang Lebaran lebih rendah, itu artinya kita perlu lebih bijak dalam mengelola pengeluaran. Lebaran tidak harus selalu diidentikkan dengan konsumsi besar-besaran. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan rezeki yang ada dengan sebaik-baiknya, tanpa harus berlebihan dalam belanja.

Menguatkan Silaturahmi Tanpa Harus Boros

Lebaran adalah momen berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Namun, bersilaturahmi tidak selalu harus mahal. Jika dulu kita sering berkunjung dengan membawa bingkisan mewah, sekarang bisa diganti dengan kehadiran yang lebih bermakna.

Baca juga : H-3 Lebaran, Pergerakan Harian Penumpang Angkutan Umum Tembus 1,15 Juta

Sapaan hangat, obrolan yang penuh makna, dan saling mendukung dalam masa sulit jauh lebih berharga dibanding hadiah materi.

Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Bulan Syawal adalah bulan peningkatan. Jika ekonomi sedang lesu, maka ini saatnya untuk lebih kreatif dalam mencari peluang. Mungkin ini waktu yang tepat untuk mulai usaha kecil-kecilan, mencoba sumber penghasilan baru, atau meningkatkan keterampilan agar lebih kompetitif di dunia kerja.

Memperkuat Kebiasaan Baik dari Ramadan

Ramadan telah melatih kita untuk disiplin, sabar, dan peduli pada sesama. Jangan biarkan kebiasaan baik itu hilang setelah Lebaran.

Baca juga : Dukung Mudik Lebaran, PGN Gagas Pastikan SPBG Dan MRU Tetap Beroperasi

Jika selama Ramadan kita terbiasa bersedekah, mengapa tidak menjadikannya kebiasaan sepanjang tahun? Jika kita mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu selama sebulan, mengapa tidak mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari?

Lebaran Bukan Hanya Soal Ekonomi, Tapi Juga Tentang Makna dan Nilai

Memang benar bahwa Lebaran memiliki dampak besar terhadap perekonomian. Namun, lebih dari itu, Lebaran juga membawa pesan moral dan spiritual yang mendalam.

Ketika ekonomi sedang tidak bersahabat, kita tetap bisa menjaga semangat dengan memperkuat nilai-nilai kebaikan yang telah kita bangun selama Ramadan. Jangan biarkan angka-angka statistik membuat kita kehilangan optimisme.

Justru inilah saatnya untuk memperkuat semangat Syawal, semangat untuk terus meningkat dalam segala hal, baik dalam ibadah, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

Baca juga : Sambut Ramadan, Dua Perusahaan Ini Bangun Properti Syariah-Santuni Anak Yatim

Meskipun perputaran uang tahun ini lebih rendah, semoga perputaran semangat dan kebaikan kita tetap tinggi. Karena sejatinya, makna Lebaran yang paling hakiki bukanlah seberapa banyak yang kita belanjakan, tetapi seberapa banyak yang kita tingkatkan dalam diri kita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin.

Penulis adalah Sekjen PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.