Dark/Light Mode

Indonesia Dapat Tambahan Kuota Petugas Haji 2.210 Orang, Sudah Masuk e-Hajj

Minggu, 13 April 2025 15:54 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta tambahan kuota petugas haji 2025 berbuah hasil. Permintaan itu sudah disetujui Pemerintah Arab Saudi.

"Alhamdulillah, permintaan kita sudah dipenuhi Arab Saudi. Tambahan kuota petugas haji sudah masuk e-Hajj," terang Menag, di Jakarta, Minggu (13/4/2025).

"Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi atas berkenannya memberikan tambahan kuota petugas haji Indonesia," sambungnya.

Awalnya Indonesia menerima alokasi kuota petugas haji sebesar 1 persen dari total kuota jemaah haji yang sebanyak 221.000. Artinya, jumlah petugas haji sebanyak 2.210. 

Baca juga : Indonesia Komit Bantu Palestina, Ini Langkah Konkret Prabowo Dukung Palestina

Saudi kemudian menyetujui penambahan petugas 1 persen lagi. Sehingga kini totalnya menjadi 2 persen.

"Kita dapat alokasi tambahan sebesar 1 persen lagi atau 2.210. Ini akan kita optimalkan untuk memberikan layanan terbaik ke jemaah haji," ucap Menag.

Sejak awal, Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan ke Saudi bahwa tambahan petugas ini sangat penting. Sebab, mereka akan memberikan layanan dan membantu jemaah. Hal itu akan ikut membantu petugas Saudi dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji.

"Secara psikologis, ini juga akan memudahkan jemaah karena tidak terkendala masalah komunikasi dan perbedaan budaya," ujar Menag.

Baca juga : Indonesia Vs Bahrain, Harga Mati

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menambahkan, pihaknya akan segera mendistribusikan tambahan kuota petugas haji ini pada pos-pos layanan yang dibutuhkan. Sebagai contoh, sementara ini, petugas yang menyertai jemaah dalam penerbangan (kelompok terbang atau kloter) baru teralokasikan tiga orang per kloter. Padahal biasanya lima orang.

"Petugas kloter tentu akan kita tambah. Demikian juga untuk petugas non-kloter, baik untuk layanan bimbingan ibadah, akomodasi, konsumsi, transportasi di Arab Saudi, dan layanan lainnya," jelas Hilman, yang saat ini sedang berada di Saudi.

Saat ini, lanjut Hilman, Kemenag sudah mengumumkan hasil seleksi petugas berdasarkan kuota awal. Untuk proses bimbingan teknis (bimtek) bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan dilakukan pada 14-20 April 2025.

"Petugas yang masuk kuota tambahan ini akan segera kita proses agar mereka juga bisa segera mengikuti Bimtek Petugas Haji," tandasnya.

Baca juga : Indonesia Siap Gelar Kejuaraan Berkuda Internasional

Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan akan mulai masuk asrama haji pada 1 Mei 2025. Sehari berikutnya, jemaah haji reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari embarkasi masing-masing.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.