Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Denny JA: Perlu Dibentuk Pusat Studi Agama Dan Spiritualitas Era AI
Kamis, 24 April 2025 07:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Suasana hari ketiga Workshop Esoterika Fellowship pada Rabu (23/4/2025) dipenuhi oleh pemikiran visioner dan langkah kolaboratif lintas institusi.
“Tak satu pun institusi keagamaan, tak satu pun ulama, pendeta, biksu, atau pastu dapat menandingi kemampuan Artificial Intelligence dalam membaca jutaan dokumen lintas kitab, lintas iman, lintas madzab, dan lintas abad. Semua itu terjadi dalam hitungan menit, bahkan detik,” ujar penggagas Esoterika Forum Spiritualitas, Denny JA.
Pernyataan itu bukan hanya retoris, melainkan menjadi pijakan konseptual bahwa kita kini memasuki era ketika agama tak lagi hanya ditafsirkan oleh manusia, tetapi juga oleh mesin yang cerdas dan berkesadaran data. AI kini dapat menelusuri dan menganalisis berjuta dokumen keagamaan dari Timur hingga Barat, dari masa lampau hingga kekinian, serta dari tradisi ortodoks hingga yang mistik dalam sekejap mata.
Dari pengolahan data itu, muncul peluang besar untuk membentuk spiritualitas baru yang inklusif, lintas iman, dan berbasis pada kesadaran kolektif umat manusia.
Baca juga : Denny JA: AI Dorong Tafsir Agama Pro Hak Asasi
Sebagai jawaban atas tantangan zaman, Denny JA mengusulkan pembentukan Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI—sebuah lembaga interdisipliner yang bertugas meramu, meneliti, dan menyebarluaskan pesan universal dari seluruh khazanah agama-agama dunia, dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Pusat studi ini diharapkan menjadi simpul intelektual dan spiritual baru, tempat perjumpaan antara agama, teknologi, dan kemanusiaan.
Hari ketiga workshop juga mencatat sejarah penting dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Esoterika Forum Spiritualitas dan sembilan perguruan tinggi lintas iman di Indonesia, yakni: UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Kristen Indonesia (UKI), IPMI International Business School, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, IAIN Ambon, STABN Sriwijaya Tangerang Banten, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dan President University.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh para rektor dan pimpinan kampus, seperti Dr. Abidin Wakano (IAIN Ambon), Dr. Ied Veda R. Sitepu dan Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M. Pd (STABN Sriwijaya), serta I Komang Suastika Arimbawa (Perwakilan dari Universitas Hindu Negeri). Beberapa penandatanganan sebelumnya telah dilakukan langsung di kampus masing-masing.
Baca juga : Pemikiran Denny JA Soal Spiritualitas Masuk Kampus
Denny JA menyampaikan refleksi atas keberhasilan National University of Singapore (NUS) yang kini menembus peringkat 10 besar dunia versi Times Higher Education World University Rankings (THE-WUR) 2025. Ia menyoroti bahwa NUS dan Universitas Indonesia berasal dari akar sejarah yang hampir bersamaan, namun jalur yang ditempuh sangat berbeda.
Kunci sukses NUS, kata Denny, terletak pada keberanian untuk berinovasi, masuk ke wilayah teknologi mutakhir seperti AI dan bioteknologi, serta konsistensi dukungan negara. Ini menjadi pelajaran penting bagi universitas-universitas Indonesia untuk terus mereformasi kurikulum sesuai perkembangan zaman.
Sebagai kontribusi nyata, Esoterika Forum memperkenalkan kurikulum “Agama Sebagai Warisan Kultural Milik Bersama di Era AI”—sebuah pendekatan lintas iman yang berbasis pada nilai-nilai universal.
Denny menyandingkan semangat kurikulum ini dengan gerakan Teologi Pembebasan dari Amerika Latin, yang berangkat dari penderitaan rakyat dan menghadirkan iman di tengah realitas sosial yang terluka. Ia mengingatkan bahwa spiritualitas masa kini tidak cukup jika hanya hidup di ruang seminar dan rumah ibadah; ia harus menjejak tanah konflik dan menghadapi luka-luka sejarah.
Baca juga : PGE dan Zorlu Enerji Sepakati Studi Bersama Pengembangan Panas Bumi
Ia mengutip hasil riset LSI (1998–2001) yang mencatat lima tragedi besar akibat konflik agama dan etnis di Indonesia, mulai dari Ambon, Jakarta, Kalimantan, hingga NTB.
Workshop ini ditutup dengan pesan reflektif dari Denny JA: “Yang kita lakukan ini baru langkah kecil. Tapi ia berada di jalan yang benar. Kita sedang membentuk kurikulum baru, membuka forum lintas iman, dan memulai gerakan akademik dan sosial yang punya kedalaman spiritual.”
Esoterika Fellowship Masuk Kampus merupakan bagian dari gerakan Forum Esoterika yang dipimpin oleh Ahmad Gaus AF dan Dr. Budhy Munawar Rachman. Program ini membawa pesan bahwa agama adalah warisan kultural milik bersama yang dapat menjadi sumber pencerahan lintas zaman dan lintas iman, terutama ketika dibaca ulang dengan bantuan kecerdasan buatan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya