Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pangeran Cevi Dinobatkan Jadi Raja Budaya Banjar Kalimantan, Bamsoet Beri Apresiasi
Selasa, 6 Mei 2025 20:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pangeran Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Budaya Banjar Kalimantan, di Kraton Majapahit Jakarta, Selasa (6/5/2025). Penobatan ini dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Pendiri Kraton Majapahit Jakarta Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, dan Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet).
Bamsoet menyatakan, penobatan ini merupakan langkah strategis dalam upaya melestarikan kebudayaan lokal serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan negara. Melalui pendidikan, pariwisata, dan pengembangan identitas budaya, diharapkan Banjar dapat berkembang dengan baik dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Baca juga : Panen Raya Awal 2025, Fraksi Gerindra Apresiasi Pemerintah
"Penobatan Pangeran Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Budaya Banjar Kalimantan bukan sekadar sebuah acara seremonial, melainkan sebuah simbol harapan bagi masyarakat Banjar dan Indonesia secara keseluruhan,” ucap Bamsoet.
Dia melanjutkan, era globalisasi dan modernisasi dapat mengancam keberlangsungan kebudayaan lokal. “Penobatan ini diharapkan akan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pelestarian budaya, penguatan identitas sosial, dan pembangunan regional," tambahnya.
Baca juga : Kementan Siapkan 12 Standar Baru Layanan PVT, Ajak Publik Beri Masukan
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini memaparkan, pentingnya penobatan ini dapat dilihat dari dimensi sosial budaya yang melekat pada masyarakat Banjar. Raja Budaya diharapkan dapat menjadi simbol persatuan dan identitas budaya yang kuat bagi masyarakat Banjar. Identitas budaya yang kokoh ini tidak hanya mendukung pemahaman dan penghargaan terhadap warisan budaya lokal, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara warga.
Dalam masyarakat yang terus berkembang, kata Bamsoet, menjaga nilai-nilai budaya menjadi hal yang fundamental untuk membangun identitas dan kesatuan. “Raja Budaya diharapkan dapat menjadi penggerak dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya warisan budaya, melalui festival, pameran, dan acara-acara kebudayaan yang memperkenalkan kesenian daerah, adat istiadat, dan tradisi kepada generasi muda," kata Bamsoet.
Baca juga : Kartini Penggerak Lingkungan dari Sampah Bukit Berlian
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menjelaskan, penobatan Raja Budaya juga berpotensi untuk mendongkrak sektor pariwisata, sebuah aspek yang penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Kebudayaan yang kaya dan beragam dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kalimantan Selatan. Event-event budaya yang diselenggarakan, baik festival maupun pertunjukan seni, dapat menarik perhatian media dan wisatawan, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Penobatan Raja Budaya Banjar Kalimantan juga dapat dilihat sebagai dukungan terhadap kebijakan nasional dalam melestarikan kebudayaan Indonesia. Indonesia adalah bangsa yang majemuk, dengan berbagai suku dan budaya yang unik. “Melalui pengakuan dan pelestarian budaya lokal, seperti yang dilakukan dengan penobatan ini, Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia tentang kekayaan dan keragaman budayanya," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya