Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Uji Kompetensi Amil Zakat, Tekankan Pengelolaan yang Efektif, Efisien & Akuntabel
Jumat, 9 Mei 2025 19:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) kembali menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan zakat di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Pembukaan Uji Kompetensi Amil Zakat Angkatan III, di Hotel Novotel, Semarang.
Acara ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof Abu Rokhmad, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Prof Waryono Abdul Ghafur, serta Kepala Subdirektorat Perizinan dan Evaluasi Lembaga Zakat dan Wakaf Abdul Fattah.
Dalam sambutannya, Prof Abu Rokhmad menekankan bahwa pengelolaan zakat harus dilandasi oleh empat pilar utama untuk menjamin efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas sistem zakat nasional. Keempat pilar tersebut yaitu:
Pertama, Pengumpulan Zakat. “Potensi zakat nasional kita mencapai Rp300 triliun, atau sekitar 10 persen dari APBN. Ini potensi luar biasa yang perlu kita optimalkan untuk mengentaskan kemiskinan,” ujar Prof Abu.
Baca juga : KiriminAja Tawarkan Solusi Pengiriman Efisien untuk Seller Online
Kedua, Pendayagunaan dan Distribusi Zakat. Ia menekankan pentingnya pendistribusian zakat berbasis Data Terpadu Sistem Elektronik Nasional (DTSEN).
“Presiden menegaskan bahwa penyaluran zakat harus tepat sasaran. Bank Dunia mencatat angka kemiskinan Indonesia sekitar 60 persen, berbeda dari versi BPS. Ini menjadi tantangan besar agar zakat benar-benar menjadi solusi nyata,” tegasnya.
Ketiga, Tata Kelola yang Baik. Dia menekankan, LAZ harus dikelola secara transparan dan akuntabel.
"Kebaikan tanpa tata kelola akan kalah dari kebatilan yang dikelola dengan rapi. LAZ bukan sekadar pengelola dana, tapi bagian dari sistem sosial Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis,” tambahnya.
Baca juga : Halbil REI, Menteri Ara Tekankan Pentingnya Kualitas Rumah & Audit Pengembang
Keempat, Sarana dan Prasarana yang Memadai. Dirjen juga mengingatkan pentingnya infrastruktur dasar.
“Setiap LAZ setidaknya harus memiliki kantor dan kendaraan operasional. Permudah umat dalam menunaikan zakat. Jika perlu, lakukan layanan jemput bola,” imbaunya.
Uji Kompetensi ini diikuti 90 peserta dari empat provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas para amil zakat dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional dan terstandar.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Waryono menekankan bahwa amil zakat kini telah diakui sebagai profesi yang setara dengan guru dan dosen, sehingga profesionalisme dan sertifikasi menjadi keniscayaan.
Baca juga : Ketua Komisi IV Titiek Tekankan Penyerapan Gabah Petani Dilakukan Maksimal
“Kami ingin memastikan bahwa setiap amil zakat memiliki kapasitas, karakter, dan kompetensi yang memadai. Uji Kompetensi ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap peran strategis amil dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Dia menegaskan, sertifikasi bukan hanya formalitas administratif, melainkan komitmen terhadap kepercayaan publik dan mutu pelayanan lembaga zakat.
Sementara itu, Abdul Fattah menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus mendorong inovasi dan pendampingan dalam tata kelola zakat. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi, pembinaan, dan penjaminan mutu terhadap lembaga zakat agar semakin profesional dan berintegritas,” ungkapnya.
Uji Kompetensi ini diharapkan melahirkan amil zakat yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sehingga zakat dapat semakin berperan sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya