Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Bus Shalawat Inklusif Antar-Jemput Jemaah Haji Hotel-Masjidil Haram

Minggu, 11 Mei 2025 12:56 WIB
Jemaah haji Indonesia bersiap naik Bus Shalawat. (Foto: MCH 2025)
Jemaah haji Indonesia bersiap naik Bus Shalawat. (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan ke Makkah al-Mukarramah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan Bus Shalawat untuk antar jemaah dari hotel-Masjidil Haram PP.

"Di Makkah, kami siapkan Bus Shalawat yang akan beroperasi 24 jam untuk mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram," terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Muchlis M Hanafi, di Makkah, Minggu (11/5/2025).

Baca juga : Demi Kenyamanan Jemaah Haji, PPIH Siapkan Bus Antarkota Spek Khusus

Dia melanjutkan, PPIH menyiapkan layanan inklusif, dengan menghadirkan Bus Shalawat yang ramah dengan jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Menurut Muchlis, ada 32 Bus Shalawat dengan spesifikasi ramah bagi pengguna kursi roda, penyandang disabilitas, dan jemaah berkebutuhan khusus lainnya. Bus didesain khusus dengan low deck yang bisa dilewati kursi roda. Pada bagian dalam juga disiapkan space khusus untuk menyimpan kursi roda.

Baca juga : KKHI Bagikan Masker ke Jemaah Haji, Cegah Penyakit Menular

"Seluruh armada telah dipasang GPS dan CCTV yang dapat diakses petugas," terang Muchlis.

Jemaah haji Indonesia yang menginap di wilayah Syisah dan Raudhah, akan menggunakan Terminal Syib Amir. Jemaah yang menginap di wilayah Jarwal, akan menggunakan Terminal Jabal Ka'bah. Untuk jemaah yang menginap di wilayah Misfalah, mereka akan menggunakan Terminal Ajyad.

Baca juga : Sektor Bir Ali Siapkan Skema Singgah untuk Hindari Kepadatan dan Jemaah Nyasar

Tahun ini, PPIH bekerja sama dengan lima perusahaan otobus dalam penyiapan layanan Bus Shalawat. Lima perusahaan itu adalah Abu Sarhad, Dallah, Durrat Al Munawwara, Mawakeb Al Khair, dan Rawahel Al Mashaer.

Kepada jemaah, Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, mengingatkan bahwa layanan ini sudah termasuk dalam unsur pembiayaan pada Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Para sopir sudah dibayar sehingga jemaah tidak perlu memberikan tips. "Tidak ada uang tips, apalagi pungutan liar," tandas Mujib.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.