Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa UP: Wujudkan Transformasi Kaum Dhuafa
Kamis, 17 Juli 2025 21:46 WIB
Dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila, 11 Juli 2025. Ustaz Muhammad M Said, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ketua Dewan Pengawas Syariah Lembaga Amil Zakat Relief Islami Indonesia, mengajak jamaah untuk merenungi pentingnya transformasi kaum dhuafa dari kondisi kemiskinan ekstrem menuju kemandirian yang bermartabat. Dengan mengusung tema "Transformasi Dhuafa dari Kemiskinan ke Kemandirian: Pendekatan Ekosistem Ekonomi Islam," khutbah tersebut menjadi refleksi mendalam atas tanggung jawab sosial dan spiritual umat Islam dalam menghadapi tantangan kemiskinan struktural.
Iman sebagai Energi Kehidupan
Khutbah dimulai dengan penguatan spiritual. Ustaz Said menegaskan bahwa nikmat terbesar yang Allah anugerahkan adalah iman, yang disebut juga sebagai ruh, kitab, dan nur dalam Al-Qur’an (QS. Asy-Syura: 52). Iman bukan hanya keyakinan, tetapi energi transendental yang menghidupkan fungsi tubuh dan pikiran manusia sejak berada dalam kandungan.
“Ia (iman) adalah cahaya yang memancar dalam dada manusia dan menghidupkan pancaindra. Karena itu, setiap tindakan fisik kita sejatinya digerakkan oleh ruh,” ungkap beliau.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga hati dari penyakit batin seperti ujub (bangga diri), riya (pamer), hasad (iri), dan berbagai dorongan nafsu ammarah lainnya. Menurutnya, perlindungan terhadap iman dalam dada harus dilakukan dengan kesadaran spiritual yang kuat, agar lahir perbuatan positif yang mencerminkan nilai-nilai profetik: shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
Tanggung Jawab Umat terhadap Dhuafa
Baca juga : Pertamina Tantang Generasi Muda Wujudkan Transisi Energi Lewat Pertamuda 2025
Masuk ke bagian utama khutbah, Ustaz Said menekankan tanggung jawab kolektif umat Islam terhadap kaum dhuafa, fakir miskin, dan mereka yang hidup dalam kemiskinan ekstrem. Ia mengingatkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan amal karitatif seperti sedekah, tetapi juga mendorong pembangunan sistem sosial-ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
“Transformasi kaum dhuafa bukan hanya soal memberi, tetapi mengangkat martabat kemanusiaan mereka. Ini sejalan dengan firman Allah bahwa manusia dimuliakan (QS. Al-Isra: 70),” tegasnya.
Dalam konteks ini, ia mengangkat konsep Islamic Ultra Poor Graduation sebagai salah satu model ideal pemberdayaan ekonomi Islam. Pendekatan ini bersifat holistik dan bertujuan mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat). Program ini tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun fondasi ekonomi yang mandiri melalui pelatihan, pendampingan spiritual, dan akses terhadap modal halal.
Lima Pilar Pemberdayaan Ekonomi Islam
Ustaz Said menjelaskan lima pilar utama dari model transformasi berbasis ekonomi Islam. Pertama, Perlindungan dasar (basic protection): Pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan. Kedua, Pelatihan keterampilan dan akses modal halal: Pemberian pelatihan serta modal usaha dari dana zakat, infak, atau wakaf produktif. Ketiga, Penguatan spiritual, Pendampingan rohani agar mustahik tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara iman. Keempat, Transformasi status, dari penerima bantuan menjadi pemberi, sebagai bentuk keberhasilan program dan Pengembangan bisnis syariah, Kelima, tahap lebih lanjut potensi ZIS sebagai keuangan sosial Islam dapat dikembangkan melalui bisnis produktif dengan menggunakan akad-akad ekonomi Islam seperti kemitraan (syirkah), mudharabah, dan murabahan melalui lembaga keuangan micro finance syariah.
Baca juga : Menpan Ingin Wujudkan Birokrasi Kelas Dunia
Model ini dinilai sejalan dengan prinsip ta’awun (tolong-menolong) dan ukhuwah Islamiyah, serta memanfaatkan instrumen ZISWAF sebagai kekuatan sosial Islam yang produktif dan berdampak jangka panjang.
Langkah Strategis yang Diperlukan
Ustaz Said dalam khutbahnya menekankan langkah startegis yang kongkret, berupa:(a). identifikasi permasalahan (analyzing information), yaitu menganalisis masalah, tujuan, dan faktor yang memengaruhi kelompok miskin; (b) memiliki visi dan misi (establishing vision and mission) sebagai panduan untuk mewujudkan perubahan terarah dan terukur; (c). merancang kerangka perubahan (change model) yang dijadikan objek pencapaian aksi, perubahan dari kemiskinan kepada kemandirian; (d). Menyusun dan menjalankan rencana strategis, (e). merancang struktur dan sistem operasional organisasi (defining organizational structure).
Marilah kita melakukan aksi kecil secara bersama-sama hingga menjadi kekuatan besar untuk mentransformasi orang-orang di sekitar kita. Masih banyak mereka yang hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Mereka bukan hanya صلى الله عليه وسلم kekurangan materi, tapi juga kehilangan harapan sebagaimana sabda Nabi “Bukanlah orang yang miskin itu orang yang berkeliling meminta-minta kepada manusia, tapi orang miskin adalah mereka yang tidak cukup, namun ia tidak meminta- minta.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ia menekankan bahwa inisiatif ini tidak bisa hanya mengandalkan negara, tetapi harus melibatkan peran aktif individu, keluarga, komunitas, dan lembaga filantropi Islam.
Aksi Nyata dan Harapan Kolektif
Mengakhiri khutbahnya, Ustaz Muhammad M Said mengajak seluruh jamaah untuk memulai langkah kecil namun nyata di lingkungan masing-masing. Ia mengutip hadis Nabi SAW:
"Bukanlah orang miskin itu orang yang berkeliling meminta-minta kepada manusia, tapi orang miskin adalah mereka yang tidak cukup, namun ia tidak meminta-minta.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca juga : Veda Raih Juara di Italia, Juragan 99 Berikan Apresiasi 100 Juta Rupiah
Dengan semangat itu, ia mengajak umat Islam untuk menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton dari ketimpangan sosial yang terjadi. “Kita ingin melihat kaum dhuafa berdiri di atas kaki sendiri, bukan sekadar menerima, tapi juga memberi. Itulah bentuk tertinggi dari pemberdayaan,” pungkasnya.
Ia menutup khutbah dengan doa agar Allah senantiasa menjaga kesehatan jasmani dan rohani umat, memudahkan urusan mereka, melapangkan rezeki, dan menjauhkan dari segala musibah.
MUHAMAD ROSIT
Humas Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila
Humas Masjid At-Taqwa Universitas Pancasila
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya