Dark/Light Mode

Pesantren Ramadan Anak Nagari, Yatim-Dhuafa Belajar Mengaji Di Penjaringan

Minggu, 8 Maret 2026 09:19 WIB
Anak-anak yatim dan dhuafa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan Yayasan Anak Nagari Indonesia di kolong tol kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (8/3/2026). (Dok. Yayasan Anak Nagari Indonesia)
Anak-anak yatim dan dhuafa mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan Yayasan Anak Nagari Indonesia di kolong tol kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (8/3/2026). (Dok. Yayasan Anak Nagari Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan anak yatim dan dhuafa di Penjaringan, Jakarta Utara, memanfaatkan bulan Ramadan untuk menimba ilmu agama. Setiap sore, mereka berkumpul di Yayasan Anak Nagari Indonesia mengikuti Pesantren Ramadan 1447 H bertema “Kembali Menjadi Manusia.” Kegiatan ini berlangsung sejak 1 hingga 16 Ramadan 1447 H. Setiap hari, peserta mengikuti kegiatan mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIB.

Pesertanya berasal dari murid PAUD dan PKBM Anak Nagari Indonesia, serta anak-anak dari masyarakat sekitar. Usia mereka beragam, mulai dari 5 hingga 20 tahun.

Di tempat yang sederhana itu, mereka belajar membaca Iqro dan Al-Quran. Para peserta juga mendapat pembelajaran dasar tentang aqidah, akhlak, dan fiqh.

Baca juga : Silaturahmi Ramadan Di Jabar, Kapolri Beri Pesan Jaga Persatuan-Kesatuan

Pesantren Ramadan ini terselenggara dengan dukungan Jaringan Pengelola Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (JPZIS NU). Dukungan tersebut diberikan melalui Program Dai Penggerak Nusantara yang menghadirkan para dai untuk membimbing kegiatan mengaji selama Ramadan.

Suasana Pesantren Ramadan Yayasan Anak Nagari Indonesia di kolong tol kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (8/3/2026). Anak-anak yatim dan dhuafa belajar mengaji setiap sore.

Ketua Yayasan Anak Nagari Indonesia Malik Ibrahim mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus tempat menumbuhkan harapan bagi anak-anak dari keluarga marjinal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan anak-anak yatim dan dhuafa tetap memiliki ruang untuk belajar agama, membangun karakter, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri,” ujar Malik Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (8/3/2026).

Baca juga : Potret Kegembiraan Anak-anak Papua Belajar Gunakan Papan Pintar Interaktif

Ia menjelaskan, tema “Kembali Menjadi Manusia” dipilih sebagai pengingat bahwa Ramadan merupakan momentum untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan.

Menurutnya, nilai tersebut mencakup kepedulian terhadap kelompok lemah, membuka akses pendidikan bagi yang terpinggirkan, serta menghadirkan keadilan sosial bagi semua anak bangsa.

Puncak kegiatan Pesantren Ramadan akan digelar pada 17 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 7 Maret 2026. Rangkaian acaranya meliputi santunan anak yatim dan buka puasa bersama kaum dhuafa.

Baca juga : Menag Minta Maaf, Tegaskan Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Pada acara tersebut, panitia juga menghadirkan pendongeng anak Kak Sidik. Ia menghibur peserta sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral kepada anak-anak.

Malik Ibrahim berharap kegiatan seperti ini mendapat perhatian lebih luas, terutama dari pemerintah dan masyarakat, agar pendidikan nonformal bagi anak-anak dari kelompok marjinal dapat terus berjalan.

“Di tempat sederhana seperti ini, harapan masa depan anak-anak Indonesia sedang diperjuangkan,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.