Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Wujud nyata 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto juga tampak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang. Via Imigrasi dan Pemasyarakatan in Action (Impact) Route, lapas di Jalan Veteran Raya Nomor 2 itu eksis menjalankan Jawara Beton. Fasilitas pembinaan warga binaan yang bercuan itu memanfaatkan area bengkel kerja (workshop) di ujung area dalam lapas.
Rakyat Merdeka ikut meninjau langsung bersama tim Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemenimipas, Selasa (26/5/2026). Sampai di workshop, tampak sejumlah warga binaan telaten di lokasi pembuatan bahan bangunan Jawara Beton. Mereka dilengkapi alat pelindung diri (APD), mulai helm, masker, sepatu bot, hingga penutup telinga untuk operator mesin. Ya, mereka dibina-usahakan memproduksi bataton, paving block, dan pemecah ombak dari material limbah batu bara alias Fly Ash and Bottom Ash (FABA).
Para warga binaan dibagi dalam beberapa shift pekerjaan. Ada yang menyaring hingga mencampurkan bahan baku limbah dengan semen, pasir, hingga air. Kemudian ada yang mengoperasikan mesin pencetak hingga pembesian. Ada juga pengangkut hingga menyusun hasil cetakan. Paving block atau bataton kemudian ditumpuk rapi di area stok. Beberapa terlihat melakukan perawatan dengan hasil cetakan.
Baca juga : Paul Munster Pastikan Bertahan Di Bhayangkara
Manfaat proses pembinaan itu salah satunya dirasakan oleh Serbo alias Abu, warga binaan yang sudah menjalani 12 tahun masa hukuman. Dia bisa menabung hasil dari premi produksi material tersebut.
"Premi itu kita per bulan bisa mencapai Rp 800 ribu. Setengahnya diterima cash, setengahnya dimasukkan ke tabungan," ungkap Serbo. "Mungkin nanti bisa jadi modal usaha saat kita bebas nanti," imbuhnya, sebagai calon mitra pemasyarakatan.
Kalapas I Tangerang Beni Hidayat (dua dari kiri) dan jajarannya. (Foto GO/RM).
Kalapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menjelaskan Jawara Beton tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental, keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Baca juga : Hore, Maung Bandung Hattrick Juara Liga 1
"Di setiap proses yang dijalani, mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan keyakinan. Mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik," tutur Beni.
Saat ini, Jawara Beton melibatkan 72 warga binaan yang dipilih melalui proses asesmen dan pelatihan bersama berbagai pihak. Di antaranya PLTU, WIKA, dan HSP Akademi. Produk yang dihasilkan juga telah melalui pengujian laboratorium secara berkala sehingga memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasaran.
Menurut Beni, produk bataton press telah dipakai untuk proyek di Summarecon Bekasi. Sementara modul rumah digunakan untuk rumah ASN Kemenimipas di kawasan Cikarang Barat dan Cikarang Pusat. Di area workshop, juga berdiri rumah contoh tipe 36 yang dibangun menggunakan panel Rumah Instan Hemat Aman atau RISHAM dan bataton hasil karya warga binaan.
Baca juga : Kampung Haji Berangkat Dari Inspirasi Wakaf Aceh
"Harga untuk produk yang kami hasilkan, karena dari limbah, ini bisa 10 persen lebih rendah dari harga di pasaran," ungkap Beni.
Bukan hanya murah dan aman, konstruksi Jawara Beton juga memungkinkan dikebut cepat. "Kalau struktur konvensional itu biasa makan waktu 15 hari sampai 20 hari. Kalau kita, 8 sampai 15 jam selesai untuk struktur," terang Beni.
"Semua fondasi, tiang rangka, kolom, semua sudah tersedia. Dan bisa disesuaikan dengan desain yang dimiliki konsumen. Mau sampai tipe 78, tingkat pun bisa," tuntasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya