Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ketua BAZNAS: Lebaran Yatim Jadi Momentum Berdayakan Mustahik
Kamis, 25 Juni 2026 17:23 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sodik Mudjahid menyebut momentum 10 Muharram harus menjadi sarana untuk mendorong para mustahik menjadi lebih mandiri dan berdaya. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Lebaran Yatim dan Disabilitas yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (25/6/2026).
Sodik menegaskan dukungan penuh BAZNAS terhadap tema "Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri" yang diusung Kemenag RI. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan upaya mengubah paradigma bantuan sosial dari sekadar pemberian bantuan menjadi pemberdayaan berbasis potensi.
"Tema festival tahun ini sangat tepat karena keadilan sosial bagi anak yatim dan penyandang disabilitas sejati tercapai saat kita memberikan mereka ruang untuk bersuara, berkarya, dan memimpin masa depan mereka sendiri," ujar Sodik dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Baca juga : Kepala BSKDN: Validasi IPKD Jadi Instrumen Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah
Ia menjelaskan, melalui ekosistem zakat dan wakaf yang dikelola, BAZNAS berkomitmen menggeser posisi penerima manfaat agar tidak lagi dipandang sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai subjek aktif yang mampu berkembang dan mandiri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BAZNAS terus mengoptimalkan penyaluran dana zakat ke berbagai program produktif jangka panjang, mulai dari beasiswa pendidikan, pengembangan kreativitas, hingga pelatihan keterampilan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
"Kami berharap kolaborasi dalam program Peaceful Muharram ini menjadi titik balik bagi pengelolaan zakat nasional yang berfokus pada pemuliaan martabat kemanusiaan dan penguatan potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak kita," katanya.
Baca juga : BAZNAS-KSMI Jalin Kerja Sama Pembinaan Generasi Muda Dan Berdayakan Mustahik
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh lembaga pengelola zakat dan wakaf menjadikan momentum 10 Muharram sebagai tradisi baru untuk membantu membebaskan anak yatim dan penyandang disabilitas dari berbagai kesulitan hidup.
Menurut Nasaruddin, makna kepedulian terhadap anak yatim perlu diperluas agar tidak hanya terbatas pada anak yang kehilangan ayah, tetapi juga mencakup anak-anak telantar dan mereka yang membutuhkan perhatian serta pertolongan.
"Semoga ini menjadi tradisi baru bagi kita dalam memperingati 10 Muharram. Kalau di tempat lain diperingati dengan berbagai cara, maka di sini kita memperingatinya dengan cara yang produktif, yakni membebaskan anak-anak yatim dari berbagai kesulitan hidup," ujar Nasaruddin.
Baca juga : Menhan Perkuat Peran Yonif TP Jadi Motor Penggerak Pembangunan dan Pemberdayaan Warga
Acara Lebaran Yatim dan Disabilitas tersebut diikuti sekitar 300 hingga 400 peserta secara langsung yang terdiri atas anak yatim, penyandang disabilitas, perwakilan lembaga zakat dan wakaf, serta masyarakat umum.
Selain itu, kegiatan juga diikuti secara virtual oleh jajaran Kantor Wilayah Kemenag di 34 provinsi, Kemenag kabupaten/kota di 514 titik, BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), lembaga amil zakat, nazhir wakaf produktif, serta Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU) dari seluruh Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya