Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arsenal Minat! Vinicius Jr Dibanderol Rp 3 Triliun
- Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh
- Julius Firdaus Haru di Konser Sole Amore, Kenang Sahabat Tercinta
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Manfaat Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta
Perkuat Ketahanan Pangan, KOWANI Luncurkan Gerakan Nasional Festival Panen Raya
Senin, 27 Juli 2026 19:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) meluncurkan Gerakan Nasional Festival Panen Raya sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan perempuan. Gerakan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam membangun kemandirian pangan menuju 100 Tahun KOWANI dan Indonesia Emas 2045.
Peluncuran dilakukan melalui Seminar Nasional yang digelar secara hibrida di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Graha Mandiri, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Ketua Umum KOWANI Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan gerakan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, pembangunan desa, dan ketahanan pangan dalam satu gerakan nasional.
"KOWANI tidak sedang menyiapkan sebuah acara. KOWANI sedang menyiapkan sebuah peradaban. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga yang tangguh, dan keluarga yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya," ujar Nannie.
Baca juga : Dukung Kenyamanan Audio, Polytron Luncurkan Audivo PHS 5B
Menurutnya, sebagai organisasi perempuan tertua di Indonesia, KOWANI ingin memperkuat perannya sebagai rumah besar perjuangan perempuan melalui kolaborasi dengan pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, media, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, KOWANI juga meluncurkan empat program strategis menuju 100 tahun organisasi pada 2028, yakni Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI, Kick-Off KOWANI Car Free Day melalui Fun Walk Gerakan Nasional Tempe Goes to UNESCO pada 9 Agustus 2026, pengembangan Pamong Pramuka KOWANI, serta transformasi digital melalui website resmi dan Portal Ruang Perempuan.
KOWANI turut menyerahkan Concept Note Strategis Nasional kepada Komisi IV DPR RI sebagai masukan bagi penguatan sektor pertanian, pangan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup. Organisasi tersebut juga menegaskan dukungannya terhadap inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO dan KOWANI Goes to UNESCO–Memory of the World sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
Selain itu, melalui Gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi, KOWANI berkomitmen meningkatkan kompetensi, profesionalisme, kewirausahaan, dan kepemimpinan perempuan untuk mendukung Asta Cita, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta implementasi prinsip-prinsip CEDAW.
Baca juga : Perampingan BUMN oleh Danantara Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan yang membuka seminar menyatakan tema kegiatan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan mandiri di sektor pangan.
Menurut Kasan, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar sistem pangan nasional berjalan secara terpadu. Ia mengungkapkan, berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), produksi beras Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 34,6 juta ton, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen beras terbesar di dunia.
Kasan menilai perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan pangan nasional, mulai dari petani, pelaku UMKM pangan, penyuluh, hingga penggerak pemberdayaan masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan KOWANI terhadap inisiatif Tempe Indonesia Menuju UNESCO sebagai bagian dari diplomasi budaya sekaligus diplomasi pangan Indonesia.
Dukungan terhadap gerakan tersebut juga disampaikan Deputi Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden Popy Rufaidah. Menurutnya, KOWANI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan masyarakat hingga tingkat keluarga dan desa.
Baca juga : Perketat Pengawasan, Komdigi Wajibkan Gerai Terapkan Registrasi SIM Biometrik
Ia mendorong pengembangan komoditas strategis seperti cabai, jahe, anggur, dan berbagai komoditas lokal lainnya melalui Desa Binaan KOWANI yang mengintegrasikan budidaya, pengolahan hasil, edukasi masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Sementara itu, mewakili Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Anneke menyatakan kolaborasi pemerintah, DPR RI, organisasi perempuan, akademisi, dunia usaha, petani, nelayan, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, ilmuwan pangan Boimin menilai ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga kualitas gizi, keberlanjutan sistem pangan, serta akses masyarakat terhadap pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
Ia mengapresiasi langkah KOWANI yang menempatkan perempuan sebagai penggerak utama ketahanan pangan, mulai dari tingkat keluarga hingga masyarakat. Menurutnya, Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI dapat menjadi salah satu langkah strategis memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya