Dark/Light Mode

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp106 Juta Untuk Driver Maxim

Minggu, 2 Agustus 2026 19:27 WIB
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan senilai Rp106 juta kepada Siti Maslikah, ahli waris mitra driver Maxim, dalam peluncuran Program Peningkatan Perlindungan Mitra Pengemudi di Kota Tua, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Dok. BPJS TK
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan senilai Rp106 juta kepada Siti Maslikah, ahli waris mitra driver Maxim, dalam peluncuran Program Peningkatan Perlindungan Mitra Pengemudi di Kota Tua, Jakarta, Minggu (2/8/2026). Dok. BPJS TK

RM.id  Rakyat Merdeka - BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan sebesar Rp 106 juta kepada Siti Maslikah, ahli waris dari almarhum Arif Budiarso yang merupakan mitra driver Maxim.

Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan dalam acara peluncuran Program Peningkatan Perlindungan Mitra Pengemudi dan Zumba Akbar di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Total santunan yang diserahkan tersebut terdiri atas Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp 70 juta serta bantuan beasiswa pendidikan untuk dua anak almarhum dengan proyeksi total mencapai Rp 36 juta.

Penyerahan hak ahli waris ini menjadi bukti bahwa negara hadir memberikan jaminan hari tua dan jaring pengaman ekonomi bagi keluarga pekerja jalanan.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Koperasi Lindungi Pekerja Industri Perkebunan

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Ady Hendratta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen PT Maxim karena telah berkomitmen penuh mendaftarkan para mitranya ke dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk sinergi yang luar biasa antara regulator dan pelaku industri digital.

"Kami mengapresiasi manajemen PT Maxim karena mereka wajib terdaftar, sehingga kalau ada risiko, negara langsung hadir. Ini kolaborasi yang luar biasa," kata Ady.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Plaza BPJamsostek Ramdani menjelaskan, bahwa seluruh pengelolaan kepesertaan untuk perusahaan aplikator Maxim dipusatkan di Kantor Cabang Plaza BPJamsostek.

Baca juga : Kejar Universal Coverage, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Pemkot Jakbar

Kendati demikian, koordinasi dan sosialisasi di wilayah DKI Jakarta tetap berjalan luas ke berbagai titik. Ramdani menambahkan, pihak BPJS Ketenagakerjaan terus aktif melakukan jemput bola melalui dua strategi utama.

Pertama, bekerja sama dengan perusahaan aplikator agar mewajibkan seluruh mitra terproteksi sejak hari pertama aktif. Kedua, gencar melakukan sosialisasi untuk membangun kesadaran mandiri bagi pekerja informal lainnya di masyarakat.

"Bagi pekerja bukan penerima upah lainnya, seperti pedagang bakso atau wiraswasta, pendaftaran kini sangat mudah. Bisa melalui website resmi atau datang langsung ke kantor cabang dengan hanya membawa KTP dan nomor handphone," kata Ramdani.

Di sisi lain, Development Director Maxim Indonesia Dirhamsyah memaparkan bahwa keselamatan dan kesejahteraan para mitra di lapangan merupakan prioritas utama perusahaan. Durasi kerja yang panjang di jalanan otomatis meningkatkan eksposur risiko kecelakaan maupun fatalitas bagi para pengemudi.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Grha BPJamsostek Beri Perlindungan Kader Jumantik

"Para mitra kami banyak yang menghabiskan waktu sangat lama di jalanan, baik saat onbid maupun standby. Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi instrumen mitigasi risiko yang vital," ungkap Dirhamsyah.

Hingga saat ini, total mitra driver Maxim yang telah terdaftar aktif jaminan sosial telah mencapai kisaran 112 ribu orang. Pihak manajemen menegaskan proses ini bersifat berkelanjutan dan akan terus didorong melalui edukasi masif setiap bulannya agar seluruh mitra terlindungi sepenuhnya. Tidak berhenti pada pemberian santunan tunai, BPJS Ketenagakerjaan juga menginisiasi program keberlanjutan ekonomi bagi para ahli waris yang ditinggalkan melalui program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi Kemandirian Berkelanjutan).

Melalui wadah ini, para istri atau anak dari almarhum mitra ojol diberikan pelatihan keterampilan praktis agar mampu berwirausaha secara mandiri menggunakan dana santunan yang diterima sebagai modal. Program pemberdayaan tersebut menyesuaikan minat dari masing-masing ahli waris.

Belum lama ini, BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta berkolaborasi dengan raksasa teknologi Google dan Dinas UMKM Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar pelatihan berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi anak-anak muda, serta pelatihan profesional Make-Up Artist (MUA) bagi para ibu rumah tangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.