Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sabtu pagi biasanya menjadi waktu bagi sebagian orang untuk bersantai bersama keluarga. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Immigration Lounge Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).
Sejak pagi hingga siang, area pelayanan imigrasi di pusat perbelanjaan tersebut dipenuhi masyarakat. Mereka datang membawa dokumen dan persyaratan untuk mengurus paspor.
Ada yang memperpanjang paspor, mengganti paspor biasa menjadi paspor elektronik, hingga memanfaatkan layanan percepatan agar paspor bisa selesai dalam waktu singkat.
Meski harus merogoh kocek lebih dalam dibanding layanan paspor reguler, masyarakat tetap antusias. Alasannya sederhana: tak perlu mengambil cuti atau meninggalkan pekerjaan pada hari kerja.
Salah satunya Andi. Pekerja swasta ini sengaja membawa anaknya mengurus penggantian paspor biasa menjadi paspor elektronik pada akhir pekan.
"Karena hari biasa beraktivitas dan anak saya sekolah, kan paspor untuk anak," kata Andi saat ditemui di Immigration Lounge PIM 3.
Andi mengaku proses pelayanan yang dijalaninya berlangsung cepat. Ia bahkan baru melakukan pendaftaran melalui aplikasi m-Paspor pada Jumat (4/9/2026) malam.
Keesokan paginya, pendaftarannya telah disetujui. Ia kemudian datang ke PIM 3 untuk menjalani proses pelayanan.
Tak banyak waktu yang dihabiskan. Setelah mendapatkan antrean, ia langsung mengikuti tahapan pemeriksaan dokumen hingga foto.
Baca juga : Keenakan Di Rudenim, WNA Ogah Pulang
"Cepat sekali sih. On time juga. Kan buka jam 09.00 WIB, sebelum jam 09.00 WIB sudah buka dan saya sudah bisa akses antrean," ujarnya.
Karena memilih layanan percepatan, Andi tinggal menunggu proses pencetakan paspor.
"Langsung dilayani, tinggal tunggu foto, dan karena saya percepatan jadi satu jam kurang lebih nanti menunggu paspor dicetak," katanya.
Bagi Andi, keberadaan layanan imigrasi pada akhir pekan menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki kesibukan pada hari kerja.
"Baik sekali sih, karena cukup membantu masyarakat terutama yang beraktivitas di hari kerja. Jadi, di hari weekend itu bisa terbantu untuk pelayanannya," tuturnya.
Pengalaman serupa dirasakan Sinta, pekerja swasta yang datang bersama keluarganya. Ia mengurus perpanjangan paspor untuk dirinya, suami, dan anak-anaknya.
Menurut Sinta, layanan pada akhir pekan membuat urusan administrasi keluarga menjadi jauh lebih mudah.
Maklum, dirinya dan suami sama-sama bekerja. Sementara anak-anak tetap harus sekolah. "Buat kami yang berdua bekerja, waktu untuk mengurus paspor di hari kerja itu agak sulit, apalagi juga anak-anak," kata Sinta.
Karena itu, ia menilai keberadaan Unit Layanan Paspor di PIM 3 sangat membantu.
Baca juga : Circle K Gelar Weekend Market Musik & Preloved, Ada Koleksi Langka
"Jadi, dengan adanya Unit Layanan Paspor di PIM 3 ini, buat kami para ibu bekerja terutama, itu sangat-sangat membantu," ujarnya.
Sinta mengaku sejak datang ke lokasi, petugas langsung membantu proses pelayanan. Fasilitas pendukung seperti minuman gratis juga membuat pengalaman mengurus paspor terasa lebih nyaman.
"Dari depan sudah langsung didatangi, dibantu untuk cetakannya dan segala macamnya. Di dalam juga oke layanannya, ada minuman gratis dan segala macam buat kita. Oke bangetlah," tuturnya.
Tingginya antusiasme masyarakat bukan tanpa alasan. Immigration Lounge PIM 3 memang dirancang untuk mendekatkan layanan keimigrasian kepada masyarakat.
Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan, Rian Kasim, mengatakan kuota layanan percepatan paspor atau same day sebanyak 50 pemohon setiap hari selalu terpenuhi.
Layanan tersebut dibuka baik pada hari kerja maupun akhir pekan.
"Alhamdulillah antusiasme masyarakat di hari Sabtu ini, karena sebagian kalau weekday itu pada kerja. Jadi, kita buka pelayanan di immigration lounge pada hari Sabtu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan paspor pada waktu weekend," kata Rian.
Masyarakat yang ingin mengurus paspor di Immigration Lounge PIM 3 terlebih dahulu harus melakukan pendaftaran melalui aplikasi m-Paspor.
Menurut Rian, sejak mulai beroperasi pada 2024, layanan paspor di PIM 3 telah melayani lebih dari 1.000 pemohon.
Baca juga : KPK Sita Rp 6 Miliar dari 3 Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA
"Tiap harinya kuota juga selalu terisi penuh, ditambah di weekend juga buka, sehingga lumayan banyak juga. Hitungannya saat ini mungkin sudah lebih dari 1.000 pemohon untuk di PIM ini," ujarnya.
Bagi Rian, tingginya peminat menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan pola pelayanan pemerintah yang lebih fleksibel.
Bukan lagi masyarakat yang harus menyesuaikan diri sepenuhnya dengan jam pelayanan kantor, tetapi layanan publik yang hadir menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Konsep pelayanan seperti ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin mudah dijangkau.
Selain Immigration Lounge PIM 3, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan juga membuka layanan serupa di Kebayoran Park Mall.
Bahkan, peluang membuka layanan di pusat perbelanjaan lain masih terbuka.
"Kami menunggu pinangan dari mal-mal yang lain. Kalau memang mereka menyediakan tempat, Insyaallah akan ada kerja samanya ke depan," kata Rian.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat transformasi pelayanan publik dalam 13 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mendorong pelayanan keimigrasian yang semakin mudah, cepat, modern, dan dekat dengan masyarakat.
Immigration Lounge menjadi gambaran bahwa pelayanan imigrasi kini tidak melulu identik dengan antrean panjang di kantor pemerintahan. Masyarakat bisa mengurus dokumen perjalanan sambil berada di pusat aktivitas mereka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya