Dark/Light Mode

Dapat Novel Langsung Dari SBY, Ingrid: Karya Sastra Fenomenal Negarawan

Jumat, 30 Oktober 2026 14:30 WIB
Ingrid Kansil menerima novel Diana Memang Manja yang diserahkan langsung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor. Dok. Ist
Ingrid Kansil menerima novel Diana Memang Manja yang diserahkan langsung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ingrid Kansil menyebut novel Diana Memang Manja karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai karya sastra fenomenal dari seorang negarawan. Ingrid mengaku mendapat kehormatan karena menerima langsung novel tersebut dari SBY di Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ingrid menjadi salah satu dari 14 orang yang menerima novel tersebut secara simbolis. Sebagian besar penerima merupakan kalangan seniman.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya, bisa mendapat langsung novel Diana Memang Manja dan membacanya," kata Ingrid melalui keterangan resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) itu menilai novel tersebut tidak hanya menghadirkan cerita kehidupan sosial, tetapi juga menjadi karya inspiratif yang lahir dari pemikiran seorang mantan kepala negara.

"Sebuah karya sastra fenomenal dari Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, yang kita kenal sebagai seorang negarawan, tetapi juga memiliki banyak ruang ekspresi dan refleksi melalui karya tulis," ujarnya.

Baca juga : Demokrat Dan Jalan Merebut Kembali Hati Rakyat

Menurut Ingrid, membaca novel bukan hanya mengikuti alur cerita atau mengenal karakter tokoh. Lebih dari itu, membaca menjadi perjalanan untuk memahami manusia, mulai dari perasaan, kepribadian, hubungan antarmanusia, kehilangan, hingga dinamika kehidupan.

Ia menilai sastra dapat mengajak pembaca melihat kehidupan melalui sudut pandang yang berbeda. Perspektif tersebut yang ingin ia bawa saat membaca Diana Memang Manja.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah kisah novel tersebut berawal dari rasa penasaran SBY terhadap lagu legendaris Koes Plus berjudul "Diana".

Ingrid pun menyampaikan selamat atas peluncuran novel tersebut. Ia berharap karya SBY dapat memperkaya khazanah literasi Indonesia dan menginspirasi generasi muda untuk terus membaca, berpikir, serta berkarya.

"Semoga semakin memperkaya khazanah literasi Indonesia dan menginspirasi generasi untuk terus membaca, berpikir, serta berkarya," tuturnya.

Baca juga : Belajar Memimpin Perubahan, Memenangkan Masa Depan

Terinspirasi Lagu Koes Plus

SBY sebelumnya menjelaskan, menulis novel menjadi pilihan ekspresi seni setelah dirinya menekuni lukisan, puisi, dan musik. Menurut dia, novel memberinya keleluasaan untuk membangun alur cerita, menciptakan adegan, serta menentukan karakter setiap tokoh.

Novel Diana Memang Manja terinspirasi dari lagu "Diana" milik Koes Plus yang dikenalnya ketika masih menjadi taruna pada 1973. Untuk mengembangkan cerita, SBY melakukan riset, termasuk menelusuri sosok perempuan yang diyakininya memiliki kaitan dengan lagu tersebut.

Dalam prosesnya, SBY mengaku menemukan sosok Diana di kawasan Wonosobo, Jawa Tengah. Ia kemudian bertemu dan mendengarkan kisah kehidupan perempuan tersebut selama sekitar lima jam. Saat pertemuan itu, SBY tidak memperkenalkan identitas lengkapnya dan hanya menyebut dirinya sebagai pelukis.

Kisah kehidupan Diana, terutama pengalaman kehilangan suami, memiliki kedekatan emosional dengan SBY. Ia mengaku teringat pada perasaannya setelah kehilangan sang istri, Ani Yudhoyono.

Baca juga : Kolaborasi dengan Kemen PPPA, Ipemi Siap Dorong Ketahanan Ekonomi Keluarga

"Itulah my own heart saya ungkapkan melalui novel itu, tentu dengan sebuah imajinasi yang saya tata sedemikian rupa," ujar SBY.

SBY menjelaskan, sebagian perasaannya setelah Ani meninggal dituangkan ke dalam cerita. Namun, ia menegaskan tidak seluruh isi novel merupakan pengalaman pribadinya.

"Sebagian saya curi novel itu untuk mengekspresikan hati saya sekian tahun yang lalu, but I am now stronger, saya sudah move on," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.