Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi dengan Kemen PPPA, Ipemi Siap Dorong Ketahanan Ekonomi Keluarga
Rabu, 2 September 2026 07:13 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) siap memperkuat sinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk mendorong kemandirian perempuan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil bersama jajaran pengurus dengan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan itu, Ingrid didampingi Sekretaris Jenderal Ipemi Nurwahidah Saleh serta sejumlah pengurus organisasi. Audiensi juga dihadiri jajaran eselon I Kementerian PPPA.
Ipemi dan Kemen PPPA membahas tiga fokus kolaborasi, yakni pemberdayaan ekonomi perempuan, pemberdayaan keluarga, serta perlindungan anak.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, kerja sama akan diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, literasi keuangan, pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perluasan akses pasar, hingga pendampingan usaha.
Sementara dalam pemberdayaan keluarga, program yang disiapkan mencakup literasi pengasuhan, manajemen waktu bagi ibu pengusaha, serta edukasi mengenai pembagian peran dalam keluarga.
Baca juga : Gandeng Kementerian PPPA, Lemonilo Bantu 100 Anak Sekolah Nonformal
“Program ini dapat mendorong ketahanan ekonomi yang dimulai dari keluarga,” ujar Ingrid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Adapun pada bidang perlindungan anak, Ipemi berencana mendorong edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan keluarga dan komunitas. Program tersebut juga mencakup peningkatan literasi digital, perlindungan anak di dunia maya, hingga pengenalan mekanisme pelaporan jika terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ingrid mengatakan, pemberdayaan ekonomi perempuan tidak dapat dipisahkan dari persoalan keluarga dan perlindungan anak. Apalagi Ipemi memiliki jaringan perempuan pengusaha yang tersebar di hampir seluruh Indonesia.
Menurutnya, jaringan tersebut berpotensi menjadi kekuatan sosial untuk memperluas edukasi dan pencegahan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak.
“Ada peluang agar anggota Ipemi tidak hanya menjadi entrepreneur, tetapi juga menjadi Women Family & Child Protection Champion di komunitasnya,” kata Ingrid.
Meski demikian, Ingrid menegaskan peran Ipemi bukan untuk menggantikan tenaga profesional maupun lembaga perlindungan anak. Organisasi tersebut ingin mengambil peran sebagai agen edukasi, penghubung informasi, serta penggerak komunitas.
Baca juga : Jelang Hari Anak Nasional, Alfamidi Dan KemenPPPA Semangati Anak Disabilitas
Ipemi juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui tempat yang tepat untuk mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Menurut Ingrid, pendekatan tersebut dapat diperkuat melalui program perlindungan anak berbasis masyarakat yang selama ini dikembangkan Kemen PPPA, termasuk Desa Ramah Anak.
“Saya berharap, ke depannya, Ipemi bisa menjadi UMKM perempuan yang ramah keluarga dan anak,” tutur anggota DPR periode 2009-2014 itu.
Untuk mendukung gagasan tersebut, Ipemi mendorong penerapan konsep Women-Friendly & Family-Friendly Entrepreneurship dalam kegiatan organisasinya.
Konsep itu antara lain diterapkan melalui penyediaan ruang ramah anak dalam pelatihan usaha, penggabungan kegiatan kewirausahaan dengan edukasi pengasuhan, serta peningkatan literasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Para pelaku usaha perempuan juga akan diberikan pemahaman mengenai keamanan anak di ruang digital. Dengan demikian, kegiatan komunitas diharapkan dapat menjadi ruang yang aman bagi ibu dan anak.
Baca juga : Perempuan Jadi Kunci Ekonomi Restoratif, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat
“Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi tidak membuat ibu semakin terbebani, tetapi justru memperkuat kemampuan ibu menjalankan perannya,” pesan Ingrid.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyambut positif gagasan kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan dapat memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan.
“Audiensi ini guna memperkuat sinergi kemandirian ekonomi perempuan,” ujar Arifatul.
Kemen PPPA menilai Ipemi memiliki potensi besar sebagai mitra strategis karena memiliki jaringan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Kolaborasi tersebut nantinya dapat mencakup peningkatan kapasitas UMKM, literasi keuangan, perluasan akses pasar, hingga penguatan kemandirian ekonomi sebagai salah satu benteng pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
“Mari bersama wujudkan ekosistem inklusif agar perempuan Indonesia semakin berdaya, mandiri, dan menginspirasi,” pungkas Arifatul.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya