Dark/Light Mode

Darurat Nasional, Kazakhstan Jamin Keamanan Investasi Asing Dan Negara Sahabat

Kamis, 6 Januari 2022 22:22 WIB
Asap mengepul dari Gedung Balai Kota Almaty, Kazakhtan, selama protes, Rabu, 5 Januari 2022. (Foto Associated Press/Yan Blagov)
Asap mengepul dari Gedung Balai Kota Almaty, Kazakhtan, selama protes, Rabu, 5 Januari 2022. (Foto Associated Press/Yan Blagov)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kazakhstan dalam status darurat nasional menyusul pecahnya kerusuhan di kota-kota di seluruh. Ribuan orang dengan marah memprotes kenaikan harga bahan bakar. Aksi massa itu tewaskan dua belas aparat.

Kementerian Kesehatan menyebutkan, lebih dari 1.000 orang juga terluka dalam protes tersebut. Yakni 400 dirawat di rumah sakit dan 62 dalam perawatan intensif. Dua belas petugas penegak hukum juga tewas dengan 353 lainnya terluka. Dilansir euronews, sekitar 2.000 orang telah ditangkap.

Baca juga : Pertamina Beri Beasiswa Dan Bantu Ratusan Usaha Kecil

Kondisi darurat akan diterapkan mulai 5 Januari hingga dua pekan mendatang, atau hingga 19 Januari 2021. Dalam kondisi itu, pembatasan pergerakan dan jam malam, termasuk transportasi, diterapkan di tiga kota besar dan 14 wilayah, dilansir Reuters.

Dalam keterangan pers Kedutaan Besar Kazakhtan di Jakarta, awalnya, demonstrasi dimulai di wilayah Mangystau. Di sana, warganya menuntut penurunan harga eceran bahan bakar berupa gas cair/ LNG.

Baca juga : Potensi Pulau Bintan Dipromosikan Di Shanghai

"Menanggapi hal ini, atas nama Kepala Negara, Pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk menurunkan harga dan memberlakukan moratorium kenaikan harga untuk produk pangan, bahan bakar, dan utilitas yang signifikan secara sosial," isi keterangan pers itu.

Selain itu, atas instruksi Presiden, demonstran yang ditahan pada Rabu (5/1), sudah dibebaskan. Sayangnya, aksi demonstrasi masih terjadi. 

Baca juga : Tinjau Bakti Negeri Akabri 2001, Kapolri Ingatkan Percepatan Vaksinasi Hingga Awasi Pintu Masuk Negara

Serangkaian serangan terjadi di Almaty. Seperti massa merangsek ke gedung pemerintahan dan militer serta dan menduduki bandara. Pemerintah menilai aksi tersebut  merupakan serangan terkoordinasi dari tersangka teroris yang dilatih di luar negeri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.