Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Di Ambang Kehancuran, Iron Dome dan Industri Dirgantara Israel
Selasa, 11 Januari 2022 18:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Media ekonomi Israel, Globes, Senin (10/1/2022) waktu setempat, mengungkap krisis yang menimpa perusahaan industri dirgantara Israel.
Perusahaan ini memiliki sekitar 15.000 karyawan dan pekerja, dan menjual produk militernya senilai antara 4 miliar hingga 5 miliar dolar AS per tahun. Tetapi, perusahaan ini sepenuhnya di tangan politisi dan pejabat Pemerintah Israel.
Baca juga : Julia Fox Girang Kencan Dengan Kanye
"Ratusan insinyur penerbangan Israel telah meninggalkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir dan dipekerjakan oleh perusahaan berbasis pengetahuan lainnya. Akibatnya, hampir 6 persen stafnya berkurang tahun lalu," tulis Globes, seperti dikutip Pars Today.
"Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada berita tentang perkembangan produk perusahaan, termasuk Iron Dome, selama lima tahun lagi," lanjut laporan itu.
Baca juga : RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri Otomotif Dan Digital
Pejabat Israel sebelumnya juga telah mengakui kelemahan Iron Dome Israel, dan menyebut rudal Hizbullah Lebanon dapat mengubah Israel (wilayah pendudukan Palestina) menjadi daerah yang berada dalam kubangan perang. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya