Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Di Ambang Kehancuran, Iron Dome dan Industri Dirgantara Israel
Selasa, 11 Januari 2022 18:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Media ekonomi Israel, Globes, Senin (10/1/2022) waktu setempat, mengungkap krisis yang menimpa perusahaan industri dirgantara Israel.
Perusahaan ini memiliki sekitar 15.000 karyawan dan pekerja, dan menjual produk militernya senilai antara 4 miliar hingga 5 miliar dolar AS per tahun. Tetapi, perusahaan ini sepenuhnya di tangan politisi dan pejabat Pemerintah Israel.
Baca juga : Julia Fox Girang Kencan Dengan Kanye
"Ratusan insinyur penerbangan Israel telah meninggalkan perusahaan selama beberapa tahun terakhir dan dipekerjakan oleh perusahaan berbasis pengetahuan lainnya. Akibatnya, hampir 6 persen stafnya berkurang tahun lalu," tulis Globes, seperti dikutip Pars Today.
"Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada berita tentang perkembangan produk perusahaan, termasuk Iron Dome, selama lima tahun lagi," lanjut laporan itu.
Baca juga : RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri Otomotif Dan Digital
Pejabat Israel sebelumnya juga telah mengakui kelemahan Iron Dome Israel, dan menyebut rudal Hizbullah Lebanon dapat mengubah Israel (wilayah pendudukan Palestina) menjadi daerah yang berada dalam kubangan perang. [RSM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya