Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tiga Jam Jumpa Putin, PM Imran Khan Bicara Panjang Lebar

Jumat, 25 Februari 2022 11:11 WIB
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (Foto AFP/Wakil Kohsar via Getty Images)
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. (Foto AFP/Wakil Kohsar via Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyesali konflik Rusia Ukraina, akhirnya terjadi. Ia mengatakan,  Pakistan berharap diplomasi dapat mencegah konflik militer.

Hal tersebut disampaikan PM Pakistan itu saat mengadakan pertemuan panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (24/2). Pertemuan itu berlangsung sekitar  tiga jam.

Berita Terkait : Buka Peluang, Perusahaan Ini Ajak Masyarakat Bangkit Bersama

"Mereka membahas masalah Islamofobia, Afghanistan, bilateral, regional, hingga Asia Selatan," pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan. 

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Kamis (24/1), di tengah serangan Rusia ke Ukraina. Khan menjadi pemimpin asing pertama yang datang ke Rusia usai Putin mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

Berita Terkait : Harga Kedelai Naik, Syarief Dorong Kebijakan Kemandirian Pangan

PM Khan mengunjungi Rusia selama dua hari, 23-24 Februari 2022. Penyambutannya di tengah konflik Rusia Ukraina tidak kurang  suatu apapun. Turun dari pesawat di bandara Kota Moskow, dia disambut karpet merah dan upacar militer.

PM Khan, menurut pernyataan Kantor PM, dalam pertemuan dengan Putin menekankan, konflik bukanlah kepentingan siapa pun. Dan, negara berkembang selalu paling terpukul secara ekonomi jika terjadi konflik.

Berita Terkait : Tiga Kali WTP, Menhan Ingatkan Duit Pertahanan Jangan Dikorupsi

"Pakistan meyakini, konflik harus diselesaikan melalui dialog dan diplomasi," katanya.
 Selanjutnya