Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dibalik Serangan ke Palestina, DPR Curigai Ada Motif Politik Jelang Pemilu Israel

Rabu, 17 Agustus 2022 20:22 WIB
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Indonesia-Palestina Syahrul Aidi Maazat. (Foto: Dok. DPR)
Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Indonesia-Palestina Syahrul Aidi Maazat. (Foto: Dok. DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel kembali melakukan serangan ke Palestina akhir pekan lalu. Serangan ini memunculkan kecurigaan bahwa ada motif politik dalam negeri Israel.

Kecurigaan itu disampaikan oleh Syahrul Aidi Maazat selaku Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI Indonesia-Palestina, Rabu (10/8/2022) pagi.

Menurutnya, ada informasi bahwa serangan itu bukan serangan biasa, tapi merupakan serangan yang didesain oleh Perdana Menteri (PM) Israel, Yair Lapid.

Berita Terkait : Koalisi Dengan Gerindra, PKB Siap Menangkan Pemilu 2024

"Kita patut menduga serangan ini bermotif politik dalam negeri Israel. Dimana pada November 2022 mendatang ada Pemilu untuk memperebutkan kekuasaan di Israel. Ini bagian skenario sang perdana menteri yang sekarang untuk merebut simpati masyarakat Israel" kata Syahrul Aidi.

Disebutkan, saat ini, ada perebutan simpati masyarakat Israel antara Yair Lapid dan Benjamin Netanyahu selaku kandidat kuat PM Israel.

Masyarakat Israel tentu akan mendukung tokoh yang memberikan keamanan lebih kepada mereka. Terutama dari warga yahudi ortodoks.

Berita Terkait : NasDem Sambut Baik Rencana Safari Politik Puan Maharani

"Kita mengutuk keras motif Lapid ini. Keamanan dan nyawa warga Palestina dijadikan tameng untuk mempertahankan kekuasaannya. Demi berkuasa, tega mengorbankan warga Palestina," tambahnya.

Dia juga meminta, apapun alasan Israel menyerang Palestina tidak dapat dibenarkan. Komunitas internasional harus segera bertindak.

Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai lembaga perdamaian harus mengutuk dan memberi sanksi kepada Israel. Pemilu Israel akan diselenggarakan pada November 2022.

Berita Terkait : Pakar Nilai, Kasus Brigadir J Bukan Pembunuhan Berencana

Di mana perdana menteri sebelumnya Naftali Bennett menyerahkan kekuasaan ke mitra koalisinya yaitu Yair Lapid dari partai Yesh Atid.

Lapid diperkirakan akan head to head dengan Benjamin Netanyahu dari partai Likud.