Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Konten diduga untuk menjerat korban kejahatan perdagangan manusia, berseliweran di media sosial (medsos). Modusnya antara lain menawarkan lowongan kerja.
Media sosial jadi salah satu alat yang dipakai pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk menjerat calon korbannya. Sayangnya, belum ada upaya maksimal untuk mencegah hal tersebut.
Deputy Political Counseor Kedutaan Besar Amerika Serikat Todd Campbell. (Foto Paul Yoanda/RM)
Baca juga : Kemenkominfo Bagikan Tips Pemasaran Di Medsos
Dalam kasus yang baru-baru ini terungkap, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari berbagai daerah, jadi korban penyelundupan pekerja ilegal di Kamboja. Para korban terjerat penipuan bermodus lowongan kerja palsu yang mereka temukan melalui medsos.
Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah menilai, seharusnya ada kerja sama antara Pemerintah dengan perusahaan media sosial terkait, untuk melakukan upaya pencegahan. Menurut Anis, Pemerintah semestinya bekerja sama dengan perusahaan medsos tersebut. Terutama jika ada konten-konten yang berpotensi atau memenuhi unsur-unsur sindikat TPPO.
Baca juga : Kemenag Siapkan Regulasi Cegah Kekerasan Anak Di Ponpes
“Kalau ada kerja sama, otomatis di-take down. Mungkin belum ada kerja sama,” ujar Anis, dalam diskusi bertajuk Situasi Perdagangan Orang di Indonesia, yang digelar Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta, Rabu (21/9).
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menindaklanjuti tawaran-tawaran kerja palsu di luar negeri yang masih tersebar melalui media sosial. Terutama, Facebook.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya