Dark/Light Mode

Lebih Dari 1.500 Masyarakat Indonesia Di Brunei Salat Id Di KBRI Bandar Seri Begawan

Minggu, 23 April 2023 19:30 WIB
Suasana Salat Id di KBRI Bandar Seri Begawan. (Foto: KBRI Bandar Seri Begawan)
Suasana Salat Id di KBRI Bandar Seri Begawan. (Foto: KBRI Bandar Seri Begawan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lebih dari 1.500 warga Indonesia dengan antusias hadir dan telah memenuhi halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bandar Seri Begawan untuk menunaikan Salat Idul Fitri 1444 Hijriah yang dimulai pukul 07.00 pagi, Sabtu (22/4). Berbeda dari tahun lalu, Salat Id kali ini tidak seketat yang diterapkan Pemerintah Brunei Darussalam pada tahun lalu, meski tetap sesuai protokol kesehatan, di antaranya memakai masker dan setiap jamaah membawa sajadahnya sendiri. Tahun ini tidak ada lagi pembatasan Salat Ied bagi anak-anak di bawah 11 tahun, dan pembatasan jumlah jamaah dari Kementerian Kesehatan Brunei Darussalam.

Kegiatan dimulai dengan takbir bersama yang dipimpin Ustaz Rustam Harahap, dan diikuti seluruh jamaah yang hadir. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil infaq dan sadaqah yang terkumpul selama Ramadan 1444 Hijriah.

Baca juga : 1.800 Masyarakat Indonesia Di Thailand Shalat Id Di KBRI Bangkok

Ustaz Haji Minfadhlillah Hamid bertindak selaku Imam Salat Id. Sedangkan sebagai Khatib yaitu Prof Madya Ustaz Haji Abdurrahman Raden Aji Haqqi, dosen Indonesia yang mengajar di Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam.

Dalam khutbahnya, Ustaz Haqqi mengajak jemaah untuk merayakan hari kemenangan dengan tetap dalam kebaikan hati dan perilaku. Seperti halnya makna Idul Fitri yang tidak hanya kembali berbuka makan dan minum di siang hari, tetapi juga identik dengan fithrah. Dalam arti, kembali kepada kesucian, kesucian hati dan jiwa, kesucian pikiran, kembali kepada kemurnian agama. Selain itu, disampaikan pula lima panduan agar istiqamah dalam beramal, teramasuk di antaranya meningkatkan niat ikhlas ketika melakukan amal ibadah kepada Allah SWT.

Baca juga : Ketua Panpel PSIS Semarang Dilarang Beraktivitas Setahun

Setelah pelaksanaan Salat Id, dalam acara ramah tamah dengan komunitas Indonesia yang hadir, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Bandar Seri Begwan Irwan Iding menyampaikan kepada para warga Indonesia yang ada di Brunei, untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, serta menjaga persatuan dan kesatuan. Secara khusus, KUAI mengajak seluruh warga Indonesia untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan tetap menjaga kebersihan.

“Wabah virus Corona belum sepenuhnya berakhir. Untuk itu, kita semua harus tetap berhati-hati dan patuhi protokol kesehatan di mana pun berada,” ujar Irwan Iding, seperti keterangan yang diterima RM.id, Minggu (23/4).

Baca juga : Dubes Indonesia Di Mesir Lutfi Rauf, Gelar Pentas Seni Ramadan

Masyarakat Indonesia yang hadir bersemangat menyambut Salat Idul Fitri 1444 Hijriah, yang merupakan tahun pertama melaksanakan Salat Id tanpa pembatasan dari Pemerintah Brunei Darussalam. Sebelumnya, pada 2021 dan 2022, Salat Id masih diadakan dengan berbagai pembatasan dari otoritas Brunei. Bahkan pada 2020, mengikuti anjuran Pemerintah Brunei Darussalam, KBRI Bandar Seri Begawan tidak mengadakan Salat Id.

Di Brunei Darussalam, 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada 22 Mei 2023 sesuai hasil rukyah yang disyahkan Ketua Hakim Syarie Mahkamah Syariah, Jabatan Kehakiman Negara, Mufti Kerajaan, Kementerian Agama dan Kementerian Pembangunan, setelah melakukan pengamatan hilal setidaknya di lima lokasi di wilayah Brunei.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.