Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Promosikan Kendaraan Listrik Untuk Dekarbonisasi Sektor Transportasi
Kamis, 23 Mei 2024 14:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sektor transportasi masih dinilai sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar. Karena itu, upaya dekarbonisasi di sektor ini sangat penting mengingat dampaknya yang besar terhadap pembakaran bahan bakar fosil. Di Indonesia, dari 11 juta kendaraan yang beroperasi di jalan, lebih dari 35 juta ton emisi CO2 dihasilkan, sementara truk menyumbang lebih dari 50 juta ton emisi.
"Transportasi global menyumbang lebih dari sepertiga emisi CO2 dari sektor pengguna akhir, dan transportasi jalan raya sendiri menyumbang sekitar seperenam emisi global. Dalam hal ini, sistem transportasi yang berkelanjutan dan bersih sangat penting untuk memitigasi dampak lingkungan yang signifikan dari sektor transportasi," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana di acara High-Level Closed-Door Ministerial Discussion bagian dari IEA's 9th Global Conference On Energy Efficiency (GCEE) di Nairobi, Kenya, Rabu (22/5).
Baca juga : Puji Indonesia, PBB Beri Rekomendasi Atasi Kekeringan & Sanitasi Di Acara WWF
Idonesia menghadapi kondisi yang serupa. Selain sebagai pengonsumsi sepertiga energi final, sektor transportasi juga menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar.
"Di Indonesia, sektor transportasi menyumbang sekitar sepertiga konsumsi energi final dan sekitar 40 persen emisi energi final. 11 juta mobil di jalanan Indonesia saat ini menghasilkan lebih dari 35 juta ton emisi CO2, sementara truk menyumbang lebih dari 50 juta ton," tambah Dadan.
Baca juga : Stabilitas Politik Jadi Modal Buat Transformasi Ekonomi
Dengan perkiraan pertumbuhan armada kendaraan di masa mendatang akibat pembangunan ekonomi, pencapaian dekarbonisasi di sektor transportasi sangat penting untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Selain itu, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan pertumbuhan sektor transportasi tidak membahayakan kualitas hidup dan kesehatan warganya.
"Sebagai bagian dari upaya ekstensifnya untuk mengurangi emisi GRK dan polutan udara, Indonesia secara aktif mempromosikan penggunaan kendaraan listrik. Transisi ke kendaraan listrik dipandang sebagai strategi utama untuk melakukan dekarbonisasi transportasi jalan raya, yang menawarkan manfaat ganda yaitu mengurangi emisi sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan," jelas Dadan.
Baca juga : Mendikbudristek: Wujud Kolaborasi Pelestarian Warisan Budaya
Selain manfaat ganda tersebut, elektrifikasi sektor transportasi dapat membantu Indonesia mengurangi ketergantungannya pada impor bahan bakar fosil, yang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mengurangi impor akan meningkatkan ketahanan energi, dan ini merupakan prioritas utama pemerintah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya