Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
WHO: Covid-19 Pangkas Harapan Hidup Global Hingga Nyaris 2 Tahun
Sabtu, 25 Mei 2024 07:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Covid-19 mengurangi hampir dua tahun harapan hidup global, dalam pandemi yang terjadi pada periode 2019-2021. Fakta ini disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (24/5/2024).
"Pandemi Covid-19 telah membalikkan tren peningkatan yang stabil dalam harapan hidup saat lahir dan harapan hidup yang sehat saat lahir," kata WHO, seperti dikutip AFP.
Studi statistik kesehatan dunia tahunan WHO menyebut, harapan hidup global kini turun 1,8 tahun menjadi 71,4 tahun, seperti pada tahun 2012.
Baca juga : Laga Pamungkas, Maung Bandung Bakal Uji Pemain Lapis Kedua
Rata-rata usia hidup dalam kesehatan yang baik, dilaporkan turun 1,5 tahun menjadi 61,9 tahun pada tahun 2021. “Ini juga sama seperti pada tahun 2012,” kata studi tersebut.
Angka ini lebih buruk dibanding temuan studi terbitan Lancet pada Januari 2024, yang mengatakan usia harapan hidup rata-rata turun 1,6 tahun selama pandemi.
“Covid-19 memiliki dampak yang lebih mendalam pada harapan hidup, dibanding peristiwa lainnya dalam setengah abad terakhir,” jelas peneliti Lancet.
Baca juga : Ecovivo Kembangkan Bisnis Sampo dan Sabun Ramah Lingkungan
Terkait hal ini, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, angka-angka tersebut menyoroti pentingnya perjanjian keamanan pandemi global yang sedang dinegosiasikan di Jenewa, untuk memperkuat keamanan kesehatan global. Serta untuk melindungi investasi jangka panjang dalam kesehatan dan mempromosikan kesetaraan di dalam dan di antara negara-negara.
Peneliti Lancet memperkirakan, Covid-19 menyebabkan lebih dari 15,9 juta kematian dalam periode 2020-2021. Angka ini lebih besar dibanding penyakit akibat virus atau gangguan terkait pandemi pada sistem kesehatan.
Namun, studi WHO mengatakan, harapan hidup tidak turun dengan cara yang sama di seluruh dunia.
Baca juga : Pakaian Serba Hijau Selama 25 Tahun
Amerika dan Asia Tenggara tercatat sebagai wilayah yang paling terdampak, dengan harapan hidup yang merosot sekitar tiga tahun.
Sementara Pasifik Barat paling sedikit terimbas. Usia harapan hidup di wilayah tersebut hanya turun 0,1 tahun.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya