Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Debat Capres AS
Trump Ogah-Ogahan Ditanya Soal Kemungkinan Terima Hasil Pilpres 2024
Jumat, 28 Juni 2024 19:07 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak ogah-ogahan untuk secara eksplisit menyatakan sikapnya, tentang kemungkinan menerima hasil Pilpres November mendatang. Siapa pun pemenangnya.
Dalam debat pertamanya dengan Presiden Joe Biden pada Kamis (27/6/2024), Trump tiga kali ditanya soal itu. Dia akhirnya menjawab simpel: “Jika itu pemilihan yang adil dan legal dan bagus, tentu saja”.
Di Pilpres 2020, Trump kehilangan kesempatan memperpanjang masa jabatan, karena kalah dari Joe Biden.
Sejak itu, Trump meyakini bahwa dia adalah korban kecurangan pilpres. Tanpa memberikan bukti apa pun.
Selama debat pertama, Trump mengulangi klaim tersebut. Dia mengecilkan perannya dalam kerusuhan di Capitol Hill, pada 6 Januari 2021.
Baca juga : Mbappe Ngarep Prancis Ketemu Jerman Di Final Piala Eropa 2024
Biden pun menuduh Trump terus mempromosikan kebohongan tentang hasil pemilihan yang "dicuri".
Dalam debat yang digelar CNN Internasional di Atlanta, moderator Dana Bash sampai harus berulang kali bertanya kepada Trump, soal kemungkinannya menerima hasil pilpres.
Pertama, Trump menghindari pertanyaan, dengan mengatakan dia menginginkan pemilihan yang adil dan bebas "lebih dari siapa pun".
Kedua, Trump mengabaikan pertanyaan itu. Dia malah mengoceh tentang perang di Ukraina.
Trump mengatakan, Vladimir Putin tidak akan pernah menyerang Ukraina, jika dia menjabat presiden AS saat ini.
Baca juga : Pemprov Jabar Targetkan 100 Juta Kunjungan Wisatawan Pada 2024
"Saya bergaul dengannya dengan sangat baik... dia tahu untuk tidak bermain game," ujar Trump.
Ketiga, ketika diberitahu untuk menjawab "ya atau tidak", Trump akhirnya mengatakan dia "benar-benar" akan menerima hasilnya jika pemilihan itu "adil dan legal dan baik".
Dia kemudian mereferensikan penipuan konyol dalam Pilpres 2020, yang tak ada buktinya.
Klaim berulang Trump tentang pemungutan suara 2020 terkait dengan tuntutan pidana yang saat ini dia hadapi, karena jaksa federal menuduhnya menekan pejabat untuk membalikkan hasil, dan secara sadar menyebarkan kebohongan tentang penipuan pemilu.
Trump kemudian mengatakan, akan lebih mudah baginya untuk hanya menerima hasilnya, ketimbang harus mencalonkan diri sebagai presiden lagi.
Baca juga : Ini Arti Amicus Curiae Yang Diajukan Banyak Pihak Ke MK Di Perkara Pilpres 2024
"Saya ragu, apakah Anda akan menerimanya, karena Anda sangat merengek," ujar Biden.
"Anda tidak tahan kehilangan. Sesuatu yang membentakmu saat Anda kalah terakhir kali," tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya