Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pilpres Amerika Serikat (AS) yang saat ini masuk tahap kampanye, penuh dengan drama. Jika sebelumnya Capres Partai Republik, Donald Trump ditembak saat berkampanye, kini giliran Capres Partai Demokrat, Joe Biden yang batal kampanye karena terkena Covid-19.
Di tengah tingginya tensi kampanye, Biden membatalkan kehadirannya di Las Vegas, Nevada, Rabu (17/7/2024). Sejatinya, Biden dijadwalkan berpidato di Konferensi Tahunan UnidosUS yang dihadiri oleh lebih dari 1.500 pendukung Latino di Nevada.
CEO UnidosUS, Janet Murguía mengungkapkan, Biden tidak hadir karena capres yang juga Presiden AS itu, terinfeksi Covid-19. Info itu dia dapat setelah menghubungi Biden.
"Dia (Biden) menyampaikan kekecewaannya yang mendalam karena tidak dapat bergabung dengan kami sore ini," katanya, seperti dikutip Newsweek, Kamis (18/7/2024).
Menurut Dia, Biden tidak ingin menempatkan siapa pun dalam risiko jika memaksa tetap datang. Biden pun berencana untuk berbicara pada konferensi tersebut di kemudian hari.
"Kami turut merasakan kekecewaan tersebut. Namun, kami telah melihat bagaimana Covid masih berdampak pada banyak orang di komunitas kami,” kata Murguía.
Baca juga : Pilpres AS Panas, Rupiah Melemah
Lalu, bagaimana kondisi Biden? Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan, Biden mengalami gejala ringan. Seperti pilek, batuk, dan malaise umum.
Hal tersebut diamini Dokter yang menangani Biden. Biden akan kembali ke Delaware untuk melakukan isolasi mandiri. Biden juga menerima Paxlovid sebagai bagian dari perawatannya dan belum dirawat di rumah sakit.
Biden juga mengunggah kondisi dirinya pasca terkena Covid-19 di media sosial X-nya. Kata dia, dirinya sudah merasa baik. Biden juga mengucapkan terima kasih kepada orang-orang atas harapan baik mereka. Biden memastikan, akan terus bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan demi rakyat AS.
Namun, diagnosis Covid-19 memicu beberapa orang berspekulasi Biden akan mundur sebagai Capres. Apalagi, dalam wawancara dengan BET News yang dirilis pada Rabu lalu, Biden mengatakan, dia akan keluar dari kampanye jika dokter memberi tahu dia bahwa dia memiliki “masalah.”
Biden juga menggunakan diagnosis Covid-nya untuk penggalangan dana. Akun kampanyenya menulis di X pesan singkat dua kata, "Saya sakit."
Beberapa menit kemudian, Biden mem-posting pesan lanjutan. "Elon Musk dan teman-temannya yang kaya mencoba untuk membeli pemilu ini. Dan jika Anda setuju, bergabunglah di sini."
Baca juga : Ditembak, Trump 99% Menang
Sebelumnya, Donald Trump ditembak saat sedang kampanye di Pennsylvania. Trump mengalami luka di bagian telinganya dan sudah dievakuasi. FBI memimpin investigasi percobaan pembunuhan Trump.
Peristiwa penembakan Donald Trump tersebut terjadi, Sabtu (13/7/2024). Pelaku penembakan Trump sudah diidentifikasi. Namanya, Thomas Matthew Crooks dari Pennsylvania.
Meski terluka, Trump dipastikan dalam kondisi baik. Pihak Trump menyampaikan terima kasih atas respons cepat penegak hukum dan mengutuk tindakan keji tersebut.
Pasca kejadian penembakan, dukungan Trump semakin meningkat. Saat tampil di Konvensi Nasional Partai Republik, Trump disambut layaknya pahlawan.
Trump tiba di Fiserv Forum di Milwaukee, Wisconsin dan disambut meriah, Senin (15/7/2024). Suami Melania Knauss itu memasuki stadion diiringi alunan musik country Lee Greenwood yang menyanyikan “God Bless the USA”.
Trump yang hadir bersama cawapresnya, JD Vance, tampak sangat terharu. Dia tersenyum dan melambaikan tangan ke arah pendukungnya. Para pendukungnya lalu berteriak sambil mengepalkan tangannya. “Lawan! Lawan! Lawan!”.
Baca juga : Presiden & Wapres Komentari Pemecatan Ketua KPU
Pasca kejadian penembakan Trump, elektabilitas Biden turun. Berdasarkan survei terbaru Reuters/Ipsos, Biden hanya memperoleh 41 persen suara, beda dua persen dari Trump yang unggul dengan 43 persen.
Reuters/Ipsos melakukan survei terhadap 992 warga AS pada 16 Juli, tiga hari usai insiden percobaan pembunuhan Trump. Survei ini memiliki Margin of Error (MoE) ±3,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasil serupa juga terlihat dalam survei The Economist per 17 Juli. Biden tercatat mengantongi 43 persen, sementara Trump 46 persen. Ini menunjukkan Trump mulai memimpin tiga persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya