Dark/Light Mode

Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (1)

Mendarat Di Casablanca, Nge-teh Mint Di Pusat Kota

Senin, 29 Juli 2024 08:00 WIB
Gedung Casablanca Finance City (CFC). (Foto: id.pinterest.com)
Gedung Casablanca Finance City (CFC). (Foto: id.pinterest.com)

 Sebelumnya 
Maroko, menurutnya juga memiliki konektivitas maritim terbaik di Afrika, dan berada di peringkat ke-16 dunia, termasuk tersedianya 16 bandara internasional, dengan Casablanca sebagai hub Eropa-Afrika pertama. Bahkan dari Casablanca, tersedia 33 penerbangan langsung ke berbagai tujuan di Afrika.

Aset keempat, lanjut pria berjambang tipis ini, sisi fundamental ekonomi yang solid. Pada sisi ini, menurut Fitch Ratings (lembaga pemeringkat kredit internasional credit rating agency, berkantor pusat di New York dan London) dan Standard & Poor’s (perusahaan pemeringkat saham dan obligasi, berkantor pusat di New York), Maroko selalu berada di peringkat ‘layak investasi’ sejak 2007 dan menempatkan Maroko di peringkat ketiga di Afrika.

Sementara menurut IMF dan Bank Dunia, Maroko berada di urutan ke-3 di Afrika (setelah Mauritius dan Rwanda), memperoleh 7 poin dalam indeks “Doing Business 2020” (indeks Bank Dunia).

Aset lainnya, mengapa Maroko layak jadi pintu masuk pilihan berbisnis di Afrika, masih menurut Mourad, karena kerajaan ini juga punya “jangkar Afrika”, alias jejak ekonomi yang kuat di Afrika. Karena lebih dari 85 persen Penanaman Modal Asing Langsung (PMA) Maroko, masuk ke Afrika.

Baca juga : Luluk Nur Hamidah: Semua Nanti Akan Bisa Realistis Kok

Sektor keuangan Maroko (perbankan, asuransi), bebernya, juga hadir di 34 negara Afrika. Grup Sahamnya hadir di 27 negara, Banque Marocaine du Commerce Extérieur (BMCE) atau Moroccan Bank of Foreign Commerce, bagian dari Bank of Africa Group yang berkantor pusat di Casablanca hadir di 20 negara.

Lalu, Attijari Wafabank, bank komersial multinasional Maroko dan perusahaan jasa keuangan yang berpusat di Casablanca, hadir di 14 negara dan grup Banque Populaire, bank besar di Maroko, hadir di 17 negara.

Teguh Santosa [Foto: Dok PPIM]

Maroko adalah investor intra-Afrika terbesar ke-2 di Afrika dengan total 22 proyek senilai 5 miliar dolar AS pada 2017.

Terakhir, kerja sama antar Pemerintah, diyakinkan Mourad juga sangat positif. Ini diperkuat melalui 46 kunjungan kerajaan ke 25 negara, sejak penobatan penguasa Maroko, Raja Mohamed VI pada 1999 dan melalui pembentukan perjanjian kerja sama dengan 42 negara.

Baca juga : Cyril Raoul Hakim: Kami Simulasi Semua Nama Yang Beredar

Pemaparan disampaikan Mourad dengan santai. “Saya paham, anda semua baru saja tiba dari penerbangan amat panjang dari Jakarta,” ujarnya tersenyum.

Dia pun meminta kami tak segan memotong presentasinya, sekira ada hal yang mau ditanya spontan. Diskusi kami akrab. Lelah pun tak begitu terasa.

Yang jelas, kunjungan delegasi wartawan Indonesia ke Maroko yang juga dilakukan pada Juli ini, menurut Presiden PPIM, sekaligus pimpinan delegasi, Teguh Santosa, adalah bagian upaya meningkatkan kualitas hubungan kedua negara di berbagai sektor, termasuk people to people contact.

“Ini salah satu misi PPIM sejak didirikan pada 2010. Apalagi, Maroko adalah hub penghubung benua Afrika, Eropa dan Timur Tengah. Kita sama-sama menyaksikan perannya di kawasan, semakin kuat,” jelasnya.

Baca juga : Pemerintah Gandeng Perusahaan China...

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 29 Juli 2024 dengan judul Menyaksikan Geliat Kemajuan Negeri Singa Atlas (1), Mendarat Di Casablanca, Nge-teh Mint Di Pusat Kota

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.