Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program Solusi Nelayan Berjalan Mulus
Penyaluran Solar Subsidi Akurat Dan Tepat Sasaran
RM.id Rakyat Merdeka - Realisasi Program Solusi Nelayan, upaya memudahkan nelayan mengakses bahan bakar minyak (BBM) melalui koperasi, memuaskan. Kesejahteraan sejumlah nelayan ikut program tersebut, terbukti mengalami peningkatan.
Penyaluran BBM subsidi tidak mudah. Tak sedikit yang salah sasaran, karena dinikmati oleh masyarakat yang tidak berhak.
Jenis BBM subsidi solar bagi nelayan, misalnya. Masih ada di beberapa daerah yang nelayannya mengeluh kesulitan mendapatkan solar. Padahal, nelayan menjadi salah satu kelompok yang berhak menerima BBM subsidi.
Saat ini sekitar 60 persen biaya kebutuhan melaut nelayan adalah untuk membeli BBM. Dan sekitar 82 persen nelayan sulit mengakses BBM bersubsidi.
Mirisnya lagi, di Indonesia terdapat 11 ribu desa nelayan, namun hanya tersedia 388 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).
Dari survei Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) tahun 2020 terungkap, solar subsidi dinikmati 7 persen nelayan skala kecil dan selebihnya oleh sektor perikanan skala besar.
Dalam survei tersebut juga dinyatakan, sebanyak 38,4 persen nelayan tidak memiliki surat rekomendasi untuk membeli solar subsidi. Sebesar 36,2 persen tidak mengetahui adanya BBM bersubsidi, dan 22,2 persen tidak ada penjual BBM bersubsidi di sekitar lokasi.
Baca juga : Kadin Siapin White Paper Pembangunan Ekonomi
Menurut Pengamat energi dari ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro, tiap tahunnya, konsumsi BBM solar subsidi terus meningkat. Hal ini lantaran aktivitas melaut nelayan yang juga tinggi, karena didorong kebutuhan masyarakat.
“Penyaluran subsidi solar khusus Pemerintah menyasar subsidi langsung ke nelayan. Karena tak bisa dipungkiri, selalu ada potensi penyelewengan pada produk-produk subsidi,” ujar Komaidi kepada Rakyat Merdeka, Minggu (28/7/2024).
Apalagi saat ini terjadi disparitas harga yang cukup besar antara BBM yang disokong Pemerintah dengan produk yang harganya dilepas ke pasar. Ditambah adanya wacana kebijakan pembatasan BBM oleh Pemerintah, yang menurutnya kian menambah permasalahan.
Komaidi berharap, ada program Pemerintah yang benar-benar membuat nelayan memperoleh solar subsidi dengan mudah, dengan harga terjangkau.
Keresahan karena sulitnya solar bagi nelayan juga dirasakan Ardila (40), nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara. Dia mengaku, sempat mengalami kesusahan dapatkan solar.
“Pernah juga (kesusahan akses solar). Bukan cuma yang subsidi, yang non subsidi saja kadang kami kekurangan solar,” curhat Ardila saat dihubungi Rakyat Merdeka, Minggu (28/7/2024).
Dia menekankan, kemudahan akses solar menjadi kebutuhan utama nelayan untuk mencari ikan di laut. Apalagi kebanyakan masyarakat di sekitar pelabuhan, menggantungkan hidupnya dari mencari ikan, udang dan hasil laut lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga : DKI Didorong Gandeng BPJS Ketenagakerjaan
“Kalau tidak ada solar, ya kami tidak melaut,” curhatnya.
Ia melanjutkan, selain membeli solar di SPBU atau difasilitasi oleh beberapa pengepul, kapal khusus di bawah bobot 30 GT (Gross Ton) atau perahu nelayan kecil telah diberikan jatah solar subsidi sebanyak 400-an kilo liter. Namun, aku Ardila, kuota tersebut tidak cukup.
“Untuk itu kami berharap, banyak dibangun SPBUN yang lebih dekat, di sepanjang pelabuhan maupun di kawasan dekat pelabuhan agar mudah diakses,” katanya.
Terpisah, Ketua Pelaksana Harian KNTI Dani Setiawan mengamini, salah satu faktor penyebab sulitnya mengakses solar subsidi, adalah karena minim fasilitas SPBUN di beberapa wilayah kampung nelayan. Terutama di pulau-pulau kecil, yang tidak memungkinkan mereka untuk mengakses ke titik distribusi di mana SPBUN itu berada.
Persoalan lainnya, kata Dani, yakni terbatasnya kuota solar bersubsidi yang masuk ke kampung nelayan. Selain itu, prosedur yang rumit dari Pemerintah Daerah juga menjadi andil sulitnya akses nelayan kecil untuk mendapatkan solar bersubsidi.
Karena harus ada surat rekomendasi. Pihaknya menyebut sebagai diskriminasi akses.
“Orang naik motor, mobil bisa langsung beli premium dan solar, tidak pake surat rekomendasi. Tapi kenapa nelayan untuk dia melaut, cari rezeki dia harus dapat surat rekomendasi,” protesnya.
Baca juga : Garuda Muda Ngejar Status Raja Muda
Untuk itu, pihaknya meminta agar Pemerintah menyediakan infrastruktur penyediaan solar bersubsidi bagi nelayan dengan kuota yang terpenuhi.
Program Solusi Nelayan
Atas berbagai permasalahan yang dihadapi nelayan, sekaligus memastikan solar bersubsidi bagi nelayan tepat sasaran, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersama PT Pertamina (Persero) bekerja sama me-launching Program Solar Untuk Koperasi (Solusi) Nelayan.
Program Solusi Nelayan telah diluncurkan sejak 15 September 2022. Kala itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina Group Nicke Nicke Widyawati me-launching program Solusi Nelayan di SPBUN yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo, Cilacap, Jawa Tengah.
Menkop Teten menerangkan, Program Solusi Nelayan adalah upaya Pemerintah dalam menguatkan ekosistem usaha nelayan berbasis Koperasi Perikanan. Yakni, memastikan nelayan mendapatkan akses solar secara mudah dan membeli dengan harga normal, bukan eceran.
“Program Solusi Nelayan dimaksudkan untuk membangun eksosistem usaha nelayan menjadi lebih unggul, dengan kemudahan akses BBM, pembiayaan, pasar, pendidikan serta pelatihan,” ucap Teten dalam peresmian SPBUN di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.