Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Australia Untuk Indonesia Penny Williams Kuatkan Kerja Sama Kemitraan Program Kinetik
Rabu, 31 Juli 2024 07:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Australia kembali melakukan penguatan kerja sama di sektor transisi energi melalui program Kemitraan Untuk Iklim, Energi Terbarukan dan Infrastruktur (Kinetik) dengan menandatangani Exchange of Letters Program Kemitraan Indonesia Australia untuk Perekonomian (Prospera).
Program Kinetik merupakan tindak lanjut kesepakatan Australia-Indonesia Climate and Infrastructure Partnership (CIP) yang diumumkan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese saat Indonesia-Australia Annual Leaders Meeting 2022.
Penandatanganan Exchange of Letters Prospera dilaksanakan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Penny Williams dan Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Baca juga : Dubes Prancis Untuk Indonesia Fabien Penone Lihat Misi Pegase Di Pangkalan Udara Halim
"Perjanjian ini kelanjutan dari kolaborasi pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Australia yang telah berjalan lebih dari dua dekade, dan menyoroti kolaborasi kedua negara pada transisi energi," jelas Dubes Williams dalam keterangan tertulis Kedubes Australia, Sabtu (27/7/2024).
Kedua negara, lanjutnya, berkomitmen menerapkan Program Kinetik untuk menarik lebih banyak investasi swasta pada energi terbarukan dan industri ramah lingkungan di Indonesia. Termasuk menghasilkan berbagai proyek konkret untuk Indonesia.
Pemerintah Australia pun mengalokasikan hibah mencapai 200 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,2 trilliun.
Baca juga : Dubes Peru Untuk Indonesia Luis Tsuboyama Gelar Pameran Foto Suku Pedalaman
Kinetik membuka akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah yang berfokus pada iklim melalui Australian Development Investments, serta memberikan insentif bagi investasi pada proyek-proyek infrastruktur hijau berskala besar.
Kinetik juga mendorong transisi energi yang setara. Perempuan, penyandang disabilitas dan masyarakat terpinggirkan dapat berpartisipasi dan mendapatkan manfaat.
Dubes Williams mengatakan, Prospera merupakan elemen penting untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Australia.
Baca juga : Pertama Di Indonesia, Okamoto Luncurkan Alat Kontrasepsi Tipis
“Prospera menjadi landasan kokoh bagi kolaborasi yang lebih strategis antar-lembaga Pemerintah di Indonesia dan Australia. Khususnya dalam bidang transisi energi dan iklim," ujarnya.
Dengan diimplementasikannya salah satu pilar Kinetik, Prospera bermitra dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Secara total ada 32 lembaga penerima manfaat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya