Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bertemu Pimpinan Perguruan Tinggi Indonesia, Dubes Busyra Bahas Beasiswa
Sabtu, 10 Agustus 2024 11:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mahasiswa Ethiopia dan negara-negara lain di benua Afrika menerima banyak tawaran beasiswa dari berbagai negara, baik di Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Asia, termasuk Indonesia. Namun, jumlah mahasiswa Ethiopia dan negara lain di Afrika, yang belajar di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya.
“Hal ini disebabkan karena umumnya perguruan tinggi di negara-negara lain memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa Ethiopia. Sementara di Indonesia umumnya menawarkan beasiswa secara terbatas,” kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, Minggu (10/8).
Oleh karena itu, Ia menyarankan pemberian beasiswa kepada mahasiswa Ethiopia dan negara lain di Afrika mencakup seluruh komponen, yaitu uang kuliah, perpustakaan, asuransi kesehatan dan biaya hidup yang layak.
Baca juga : Dubes Tolchenov Semangat Bertugas Lagi Di Tanah Air
Itulah pesan utama Dubes Busyra yang disampaikan kepada lima pimpinan perguruan tinggi Indonesia yang berkunjung ke Ethiopia, saat working breakfast di kediaman Duta Besar di Addis Ababa, pada Rabu (8/8) .
Lima pimpinan perguruan tinggi Indonesia dalam delegasi tersebut, adalah Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Rosihon Anwar, Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado Dr Olivia Cherly Wuwung, Kepala Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Dr Sunarso, dan Kepala Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri Dr. Sulaiman Girivirya.
Delegasi tersebut, dipimpin oleh Prof Dr Suyitno, Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag. Selama kunjungan di Ethiopia, delegasi menyelenggarakan Indonesia-Ethiopia Interfaith Dialogue, pertemuan dan diskusi serta menandatangani 15 Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga pimpinan perguruan tinggi Ethiopia.
Baca juga : Ketua DPR Bangga Indonesia Sabet Dua Emas Olimpiade
Perguruan tinggi tersebut, adalah Ethiopia Adventist College/Kuyera Adventist University, Gondar University dan Madda Walabu University.
Saat ini, terdapat 49 MoU yang telah ditandatangani perguruan tinggi Indonesia dengan Ethiopia. Minat mahasiswa Afrika untuk belajar di Indonesia, terus meningkat. Ethiopia misalnya, sekitar lima tahun lalu, minat mahasiswa untuk belajar di Indonesia melalui program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang hanya sekitar 10 orang setiap tahun.
Pada tahun 2024, jumlah tersebut meningkat mencapai sekitar 235 orang. Namun, yang diterima oleh pemerintah Indonesia hanya 8 orang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya