Dark/Light Mode

Hadiri AZEC Ministrial Meeting 2024, Menteri Rosan Tekankan Pentingnya Transisi Energi

Rabu, 21 Agustus 2024 19:56 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani baru saja menghadiri the 2nd Asia Zero Emmision Community (AZEC) Ministerial Meeting yang diadakan di Jakarta pada Rabu (21/8/2024). (Foto: Ist)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani baru saja menghadiri the 2nd Asia Zero Emmision Community (AZEC) Ministerial Meeting yang diadakan di Jakarta pada Rabu (21/8/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani baru saja menghadiri the 2nd Asia Zero Emmision Community (AZEC) Ministerial Meeting yang diadakan di Jakarta pada Rabu (21/8/2024). 

Bertindak sebagai Co-chair dalam acara tersebut, Rosan secara tegas menyoroti pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan investasi dalam proyek energi terbarukan, menciptakan lapangan kerja hijau, dan memperkuat rantai pasokan energi.

Rosan menjelaskan bahwa Pertemuan Tingkat Menteri AZEC ke-2 ini menyerukan tindakan nyata dalam dekarbonisasi untuk mempercepat transisi energi, yang merupakan kunci dalam mencapai Net Zero Emission global atau netralitas karbon.

”Selain upaya kolaboratif tersebut, AZEC juga harus berfungsi sebagai katalis untuk transfer teknologi dan pengembangan kapasitas dalam teknologi dekarbonisasi, tidak hanya di negara-negara mitra AZEC, tetapi juga di seluruh wilayah yang lebih luas,” jelas Rosan pada acara tersebut.

Baca juga : Baru Sehari Dilantik, Menteri Rosan Dipanggil Jokowi, Titip 5 Arahan Penting Ini

Rosan Roeslani juga hadir dalam penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) antara Indonesia dan Jepang dalam sektor energi bersama Menteri Energi, Perdagangan dan Industri (METI), Ken Saito. 

Ia menyambut baik penandatanganan MoC ini dan memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan berpartisipasi secara aktif dengan METI dan AZEC dalam mempromosikan Tenaga Listik Nol Emisi

“Indonesia juga menyambut baik dan berharap untuk berpartisipasi aktif dalam inisiatif baru dari METI, yaitu Inisiatif AZEC untuk mempromosikan Tenaga Listrik Nol Emisi, Inisiatif AZEC untuk menciptakan Pasar Bahan Bakar Berkelanjutan, dan Inisiatif AZEC untuk membangun Industri Generasi Berikutnya,” ungkap Rosan.

Seiring dengan penandatanganan MoC tersebut, Rosan menegaskan pentingnya untuk mengatasi perubahan iklim sekaligus memastikan energi tetap aman melalui berbagai jalur untuk mempercepat transisi energi dan mengurangi emisi karbon secara efektif.

Baca juga : Hadir di FERBI 2024, Peruri Mantapkan Peran Sebagai Penjaga Produk Vital Negara

”Saya ingin menegaskan kembali konsensus AZEC terkait beberapa program antara lain, mempromosikan efisiensi dan teknologi konversi energi, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, pengembangan hulu gas bumi dan LNG, mengembangkan CCUS(Carbon Capture, Utilization, and Storage)/Daur Ulang Karbon, energi alternatif, serta mengembangkan rantai pasokan global untuk bahan-bahan penting seperti litium, nikel, dan critical minerals,” jelas Rosan.

Bersama dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, Rosan juga menjelaskan progres transisi energi yang telah dilakukan Indonesia sebagai upaya mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060.

Salah satu bentuk implementasi hal tersebut adalah pembuatan Net Zero Emmision Roadmap. Rosan juga memperlihatkan komitmen Indonesia yang meningkatkan Nationally Determined Contributions (NDCs) atau target pengurangan emisi menjadi 32% pada 2030.

Untuk mencapai target pengurangan emisi tersebut, pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai hal seperti interkoneksi infrastruktur listrik, pipa gas, eksplorasi gas alam secara masif dan pengurangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara bertahap.

Baca juga : Bangun Kesejahteraan Masyarakat, Pentingnya Tata Ulang Sistem Pemerintahan

Di samping itu, pemerintah juga terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik secara masif, mempersiapkan pilot project dari Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilization and Storage (CCS/CCUS) yang ditargetkan akan rampung pada 2030 dan mengintegrasikan akses energi kepada masyarakat lokal dengan tetap menjaga stabilitas dan keamanan sistem.

Rosan juga tidak lupa mengucapkan terimakasih terhadap dukungan dan kerjasama terhadap pihak-pihak yang terkait dalam menyukseskan AZEC Ministrial Meeting 2024 ini.

“Izinkan saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, serta para stakeholder termasuk dari media yang telah memberikan kontribusi konstruktif dan bermakna dalam menyukseskan AZEC Ministrial Meeting ke-2 ini,” tutur Rosan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.