Dark/Light Mode

Cawapres Harris Tangkis Serangan Cawapres Trump

Fokus Ke Masa Depan, Jauhi Aura Kebencian

Jumat, 23 Agustus 2024 06:20 WIB
Tim Walz dan JD Vance.
Tim Walz dan JD Vance.

RM.id  Rakyat Merdeka - Konvensi Nasional Partai Demokrat memasuki hari ketiga, Rabu (21/8/2024). Kali ini, Gubernur Minnesota Tim Walz resmi diumumkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Kamala Harris bertarung melawan pasangan Partai Republik, Donald Trump-James David Vance.

Dalam pidato perdananya usai diresmikan jadi cawapres dari Partai Demokrat, Walz menceritakan latar belakang dan kehidupannya sebagai veteran militer, mantan guru hingga pelatih football. Dia juga berbagi cerita mengenai berbagai serangan verbal dari Partai Republik terkait pribadinya.

“Saya hanya seorang pejuang yang penuh kegembiraan. Mari fokus pada masa depan yang cerah dan menjauh dari aura kebencian,” ujar Walz dalam pidatonya dikutip CNN, Kamis (22/8/2024).

Sejak didapuk Harris jadi cawapresnya, Walz sudah menjadi sasaran empuk pasangan Trump-Vance.

Baca juga : 5 Jam Diperiksa, Mendes Jawab Semua Pertanyaan

Dalam kampanye di Negara Bagian North Carolina, Rabu (21/8/2024), Vance menyindir kebijakan luar negeri Harris yang saat ini menjabat Wakil Presiden AS.

“Kamala Harris gagal memberikan perdamaian dan keamanan nasional di perbatasan selatan Amerika,” sentil Vance.

Dia juga menuding Harris berbohong di jaringan televisi tentang perannya dalam penarikan mundur tentara AS yang kacau dari Afghanistan.

“Itu penghinaan terburuk yang pernah dialami negara ini sejak jatuhnya Saigon dan Kamala Harris mengatakan dia bangga atas apa yang dia lakukan,” cetusnya.

Baca juga : Cut Intan Nabila, Unggah Bukti Disiksa Armor

Tidak hanya itu, Vance juga mengecam Walz, sebelum Trump naik panggung.

“Dia (Tim Walz) orang liberal. Dia mau memakai pajak untuk memberi makan siang gratis kepada anak sekolah serta menambah masa cuti melahirkan,” ujar Vance memaparkan beberapa kebijakan Walz sebagai gubernur yang dinilai kubu Republik, berbahaya.

Kubu Trump-Vance menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan popularitas pasangan Harris-Walz. Popularitas kedua kubu juga saling kejar-kejaran.

Menurut jajak pendapat ABC News, Washington Post, dan Ipsos, pekan lalu, Harris unggul atas Trump dengan 49 persen dibandingkan 45 persen.

Baca juga : Jokowi: Kalau Lihat Beringin Bawaannya Adem

Begitu juga hasil jajak pendapat CBS News, Harris unggul tiga poin secara nasional dibanding Trump dengan 51 persen banding 48 persen. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14 edisi Jumat, 23 Agustus 2024 dengan judul "Cawapres Harris Tangkis Serangan Cawapres Trump, Fokus Ke Masa Depan, Jauhi Aura Kebencian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.