Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peta Dukungan Pilpres AS Makin Mengerucut
Gen Z Naksir Harris, Kulit Putih Condong Ke Trump
Senin, 26 Agustus 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Peta dukungan pemilihan presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) makin mengerucut. Mayoritas pemilih Gen Z mendukung Calon Presiden (Capres) Demokrat Kamala Harris. Sedangkan Capres Republik Donald Trump, banyak meraup dukungan dari warga kulit putih.
Hasil survei organisasi Kanada Angus Reid Institute menyebutkan, sebanyak 59 persen publik Amerika yang berusia antara 18- 34 tahun alias Gen Z mendukung Harris. Sedangkan Trump hanya diminati 30 persen suara pemuda.
Harris juga mendapat dukungan dari kalangan kulit hitam sebesar 67 persen dan 57 persen dari kalangan Latin dibanding saingannya, Trump yang hanya memperoleh dukungan 16 persen dan 33 persen di antara kelompok tersebut.
Di saat yang sama, mayoritas (51 persen) pemilih kulit putih lebih mendukung Trump dan hanya 39 persen yang mendukung Harris. Kemudian, responden berusia di atas 54 tahun, sebanyak 49 persen lebih mendukung Republik, dan cuma 40 persen mendukung perwakilan Demokrat.
Jajak pendapat itu juga menunjukkan bahwa Harris mendapat dukungan 47 persen dari total responden, yang berarti 3 persen lebih tinggi dari angka sebelumnya yang dicatat pada bulan lalu.
Baca juga : JPU: Terdakwa Terbukti Langgar Tiga Dakwaan
Sementara dukungan terhadap Trump belum berubah hingga saat ini, masih sebesar 42 persen.
Jajak pendapat ini dilakukan pada 19 - 23 Agustus dengan 1.758 responden terdaftar dan margin kesalahan plus atau minus dua poin persentase.
Pemilihan presiden AS akan diadakan pada 5 November mendatang.
Sebelumnya, Sebuah kelompok Muslim bernama Uncommited Movement menarik dukungan mereka untuk Harris. Hal itu dilakukan karena mereka kecewa ditolak untuk memberikan pidato singkat dalam Konvensi Nasional Demokrat, Rabu (21/8/2024).
Uncommited Movement sudah berupaya mendapat kesempatan agar seorang aktivis pro Palestina dapat memberi pidato 3 menit dalam ajang Konvensi Nasional Demokrat yang berlangsung di United Center, Chicago, pada 19-22 Agustus.
Baca juga : Thariq Halilintar Terbukti Perkasa
“Kami tidak bisa lagi melanjutkan dukungan kepada Harris-Walz. Kami kecewa dengan keputusan tim Wapres yang enggan memberi waktu. Ini adalah keputusan yang tidak bijak,” bunyi pernyataan kelompok tersebut dikutip New York Times, Sabtu (24/8/2024).
Keputusan tersebut muncul setelah tim kampanye Harris-Walz menolak untuk mengizinkan seorang pembicara Palestina di panggung utama, meskipun ada protes dari kelompok Uncommitted National Movement, yang telah mengorganisir aksi duduk di luar konvensi pada Rabu malam (21/8/2024).
Insiden ini menyebabkan beberapa anggota parlemen Partai Demokrat mengkritik panitia konvensi karena melakukan kesalahan tragis.
Delegasi Uncommitted National Movement telah meminta seorang pembicara Palestina, dengan alasan bahwa sementara keluarga sandera Israel Hersh Goldberg-Polin diberi kesempatan untuk berbicara. Sementara representasi representasi serupa untuk warga Palestina ditolak.
Muslim Women for Harris- Walz menyoroti kontrasnya antara empati yang ditunjukkan kepada keluarga sandera Israel dan kurangnya dukungan untuk perspektif Palestina.
Baca juga : DPR Pasti Setujui PKPU Sesuai Putusan MK
Konvensi Nasional Demokrat telah menghadapi kritik karena tidak sepenuhnya menanggapi seruan untuk gencatan senjata di Gaza dan tidak menyediakan tempat bagi suara warga Palestina. Konvensi tersebut berlangsung di Chicago, yang memiliki komunitas.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 26 Agustus 2024 dengan judul "Peta Dukungan Pilpres AS Makin Mengerucut, Gen Z Naksir Harris, Kulit Putih Condong Ke Trump"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya