Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komunitas ojek online (ojol) se-Jabodetabek menggelar aksi demo besar-besaran, di sekitaran Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis (29/8/2024). Pengemudi ojol menuntut agar Pemerintah dan perusahaan transportasi online; Gojek dan Grab, memperhatikan nasib mereka.
Dari pagi, massa ojol yang jumlahnya ribuan ini, telah berkumpul di Tebet, Jakarta Selatan. Seharian kemarin, mereka sengaja tidak ngambil penumpang. Aplikasi online-nya dimatikan untuk fokus melakukan demo.
Sekitar pukul 12.15 WIB, lautan massa aksi yang mengenakan jaket hijau, kuning, oranye dan lainnya, konvoi ke titik pusat demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Baca juga : Kamhar Lakumani: Bu Khofifah Pilihan Rakyat Jawa Timur
Dengan dikawal polisi, mereka bergerak lewat Kampung Melayu, Tugu Tani dan berakhir di Patung Kuda.
Selama berjalan menuju Patung Kuda, mereka juga melakukan aksi sweeping. Memberhentikan pengemudi ojol yang masih ngambil penumpang. Lalu, mengajak mereka untuk ikut gabung.
Di Patung Kuda, ribuan pengemudi ojol berorasi menyampaikan tuntutannya. Di sudut lainnya juga ada komunitas ojol yang menyanyikan yel-yel bernada sindiran kepada Pemerintah dan perusahaan tempat mereka bekerja.
Baca juga : Aryo Seno Bagaskoro: Bu Risma Dinilai Sangat Fenomenal
Ada enam tuntutan yang diajukan oleh pengemudi ojol dan kurir. Pertama, revisi dan penambahan Pasal Permenkominfo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Formula Tarif Layanan Pos Komersil untuk mitra ojol dan kurir di Indonesia. Kedua, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) wajib mengevaluasi dan memonitoring segala bentuk kegiatan bisnis dan program aplikator yang dianggap mengandung unsur ketidakadilan terhadap mitra pengemudi ojol dan kurir.
Ketiga, mereka meminta menghapus program layanan tarif hemat untuk pengantaran barang dan makanan pada semua aplikator yang dinilai tidak manusiawi dan memberikan rasa ketidakadilan terhadap mitra driver ojol serta kurir. Keempat, penyeragaman tarif layanan pengantaran barang dan makanan di semua aplikator.
Kelima, menolak promosi aplikator yang dibebankan kepada pendapatan mitra driver. Dan keenam, melegalkan ojol di Indonesia dengan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) beberapa kementerian terkait yang membawahi ojol sebagai angkutan sewa khusus.
Baca juga : Menhan Perkuat Kerja Sama Militer
Cuaca yang sedang terik-teriknya membuat suasana semakin panas. Mereka mengancam akan membobol barrier beton yang menutup Jalan Merdeka Barat, jika tidak ada perwakilan dari Pemerintah yang menemui mereka.
“Apabila Pak Menteri tidak ada, kami masuk, masuk, masuk,” seru orator di atas mobil bak terbuka.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya