Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
WHO Lampaui Target Imunisasi Polio Di Gaza, 161.030 Anak Divaksin Dalam 2 Hari
Selasa, 3 September 2024 20:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, vaksinasi polio terhadap anak-anak di wilayah tengah Gaza, telah melebihi target dalam dua hari pertama kampanye imunisasi.
Dr Rik Peeperkorn, perwakilan badan PBB di wilayah Palestina menyebut, sebanyak 161.030 anak di bawah usia 10 tahun telah divaksinasi pada Minggu (1/9/2024) dan Senin (2/9/2024). Melebihi target awal yang hanya 156.500.
Israel dan Hamas telah menyetujui serangkaian jeda lokal pertempuran, yang memungkinkan petugas kesehatan memberikan vaksin, setelah kasus polio pertama yang dikonfirmasi di Gaza dalam 25 tahun terakhir, tercetus pada bulan lalu. Karena terjangkit polio, seorang bayi berusia 10 bulan lumpuh sebagian.
Jeda pertempuran Israel-Hamas berlaku antara pukul 06.00 dan 15.00 waktu setempat dalam tiga tahap terpisah di bagian tengah, selatan, dan utara Gaza.
Baca juga : Temui Presiden Jokowi Di Istana, Gus Yahya Bahas Izin Tambang
Vaksinasi polio dalam tiga hari pertama, dijalankan di Provinsi Deir al-Balah dan Khan Younis, Minggu (1/9/2024). Setelahnya, geser ke gubernuran selatan Rafah pada Kamis (5/9/2024), lalu ke Gaza Utara dan Kota Gaza.
Dr Peeperkorn menuturkan, hingga saat ini, jeda pertempuran berjalan dengan baik.
"Masih ada setidaknya 10 hari lagi untuk putaran pertama kampanye vaksinasi. Putaran kedua untuk mengulangi imunisasi, akan dimulai dalam empat minggu mendatang," paparnya.
Negosiasi dipastikan berlanjut, untuk memenuhi hak anak-anak yang tinggal di luar zona. Target besarnya, total 640.000 anak mendapatkan imunisasi polio.
"Kita perlu menjangkau minimal 90 persen dari anak-anak Gaza, untuk menghentikan penularan dan menghindari penyebaran polio secara internasional ke negara-negara sekitarnya," papar Dr Peeperkorn.
Baca juga : Kemenkes Target Eliminasi Kasus Malaria Tahun 2030, Ini Capaian Dan Inovasinya
Virus polio, paling sering menyebar melalui limbah dan air yang terkontaminasi. Virus yang sangat menular ini dapat menyebabkan cacat dan kelumpuhan, bahkan dapat memicu kematian. Terutama, di kelompok anak-anak berusia di bawah lima tahun.
Kelompok kemanusiaan telah menyalahkan kemunculan kembali polio di Gaza, atas gangguan program vaksinasi anak serta kerusakan besar pada sistem air dan sanitasi yang disebabkan oleh perang.
Niveen, ibu dari bayi yang lumpuh sebagian, Abdulrahman Abu Judyan mengungkap, semestinya sang anak menerima vaksinasi rutin pada 7 Oktober 2023, saat serangan Hamas ke Israel menyulut perang di Gaza.
"Saya merasa sangat bersalah karena dia tidak mendapatkan vaksinasi. Tapi, saya tidak bisa memberikannya Karena situasi perang," beber Niveen.
Baca juga : Hari Ini Bersaksi Di MK, 4 Menteri Tidak Diarahkan Jokowi
Dia sangat berharap, putranya dapat dibawa ke luar Gaza untuk menjalani perawatan. "Anak saya ingin hidup dan bisa berjalan seperti anak-anak lain," tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya