Dark/Light Mode

Dubes RI Djauhari Oratmangun Undang Pemimpin Media Indonesia dan China

Rabu, 4 September 2024 07:31 WIB
Instagram Djauhari Oratmangun Djauhari Oratmangun
Instagram Djauhari Oratmangun Djauhari Oratmangun

RM.id  Rakyat Merdeka - Persahabatan Indonesia dengan China tidak terjalin sebatas kerja sama di tingkat pe­merintahan saja. Hubungan bilateral dua negara besar ini juga terjalin erat di berbagai sekt­or, terutama di sektor media.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menegaskan, media di Indonesia dan China memiliki peranan penting dalam pengu­atan hubungan antara kedua negara. Pasalnya, media memberikan informasi mendalam dan luas kepada masyarakat di kedua negara. 

“Peran media tidak boleh di­anggap sepele,” ujar Dubes Djo-panggilan akrabnya.

Hal ini disampaikan Dubes Djo di hadapan peserta yang menghadiri Forum Media China-Indonesia ke-2 di Beijing, China, Senin (2/9/2024).

Baca juga : Dubes RI Iwan Bogananta Buka Peluang Tenaga Kerja Indonesia masuk Bulgaria

Dalam forum tersebut, Ke­dutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing mengundang 10 pemimpin redaksi media massa Indonesia, yaitu Kum­paran, Antara, The Jakarta Post, Kompas, Republika, RCTI, Net TV, Merdeka.com, Katadata dan Antara Jatim.

Dari perwakilan Negeri Tirai Bambu, ada Xinhua, CCTV, CRI, The Paper hingga People’s Daily.

Dalam postingan Instagram pribadinya, Dubes Djo menga­takan, media kedua negara dapat meningkatkan pemahaman terhadap budaya satu sama lain.

Kesepahaman terhadap budaya, kultur maupun cara berpikir dari kedua belah pihak akan berkontribusi dalam penguatan pilar ketiga dari kerja sama antara dua negara, yaitu pilar sosial budaya dan hubungan antara masyarakat.

Baca juga : KIP Kuliah Bantu Wujudkan Mimpi Anak Indonesia

Dubes Djo mengatakan, kerja sama antara masyarakat yang baik tersebut juga akan berkontribusi pada proses pengambilan keputusan terkait kebijakan ker­ja sama bilateral.

Untuk itu, Dubes kelahiran Ambon ini mendorong media kedua negara memperkuat kolaborasi dalam produksi berita dan konten jurnalistik. Termasuk saling me­ngundang jurnalis untuk meliput aspek positif kedua negara.

“Kita perlu juga membawa media-media China ke Indonesia untuk lebih memahami, lebih mengenal Indonesia dan membuat tulisan yang menarik mengenai Indonesia,” katanya, mengingat Indonesia akan memiliki pemerintahan baru Oktober mendatang.

Meski media di Indonesia dan media China memiliki ekosistem yang sangat berbeda, forum media antara kedua negara dapat menjadi wadah belajar dan berdiskusi untuk mencari solusi atas masalah yang sama-sama dihadapi. Seperti perkembangan sektor digital yang menjadi salah satu tantangan utama industri media kali ini.

Baca juga : Milestone Sejarah Inklusi Keuangan di Indonesia, Jumlah AgenBRILink Tembus 1 Juta

“Karena itu, saya mengusulkan membentuk influencer community Indonesia-China. Saat ini kita hidup dalam dunia yang dipengaruhi juga oleh me­dia sosial. Hal ini diharapkan semakin menguatkan hubungan kedua negara,” pungkasnya.

Forum Media China-Indonesia tahun ini merupakan kali kedua dilaksanakan. Agenda tersebut pertama kali digelar di Jakarta pada November 2023.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.