Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
USDA Boyong 14 Pelaku Agribisnis AS Ke Pameran Dagang Di Kemayoran
Jumat, 6 September 2024 00:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta membuka Paviliun AS dalam pameran dagang Food Ingredients Asia-Indonesia (FiA), Jakarta Internasional Expo (JIE) Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Departemen Pertanian Amerika Serikat, atau United State of Agriculture (USDA) mensponsori keikutsertaan 14 pelaku agribisnis AS.
Acara ini dibuka Wakil Duta Besar AS Heather Merritt dengan prosesi pemotongan pita di depan booth USDA. Diplomat yang baru sebulan bekerja di Kedutaan Besar AS Jakarta tersebut menyambut hangat peserta pameran dari AS yang telah melakukan perjalanan jauh untuk hadir di FiA.
"Kami mengapresiasi bisnis-bisnis AS yang hadir di Paviliun AS ini. Mereka membawa produk-produk dari seluruh Amerika Serikat, seperti buah kering, kacang-kacangan, bahan susu, kentang, dan berbagai bahan lainnya," kata Merritt dalam sambutannya.
Baca juga : KBRI Maputo Boyong Dua Perusahaan Indonesia Ke Pekan Dagang Mozambik
Indonesia merupakan pasar ekspor terbesar ke-11 untuk produk pertanian AS. Ekspor AS ke Indonesia melebihi 3 miliar dolar AS (sekitar Rp 46,5 triliun). Bumbu dan makanan merupakan salah satu segmen pasar yang tumbuh paling cepat di Indonesia.
"Kami berharap pameran ini menunjukkan keanekaragaman bahan-bahan dari AS dan memberikan pilihan berkualitas tinggi bagi koki, produsen, dan perusahaan pengolahan makanan Indonesia untuk menemukan pasokan berkualitas dari pasar baru di AS," ujar Merritt.
Konsumsi makanan olahan di Indonesia semakin meningkat, termasuk makanan penutup beku dan camilan. Wakil Dubes AS mengatakan, pameran ini memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan makanan di Indonesia.
Baca juga : Ngartis Ke Jakarta Demi Gaji Besar
Konsuler Pertanian dari USDA Lisa Ahramjian menyoroti tantangan sertifikasi halal bagi produk AS. Menurutnya mendapatkan sertifikasi halal, terutama untuk bahan olahan dengan banyak komponen, cukup kompleks. Namun, perusahaan AS didorong untuk mengejar sertifikasi agar dapat mengakses pasar Indonesia.
"Jadi kantor kami pastinya mendorong sebanyak mungkin dari mereka (pelaku agribisnis AS) untuk mendapatkan sertifikasi Halal. Sehingga mereka bisa membawa hasil ekspornya ke pasar Indonesia," ujarnya.
Lisa mengatakan, tidak ada target ekspor spesifik yang ditetapkan untuk perusahaan AS yang mengikuti FiA. Sebab, setiap perusahaan mungkin memiliki tujuannya sendiri. Tetapi fokus dari keikutsertaan USDA pada expo ini adalah membangun hubungan dengan calon pembeli dan mengembangkan koneksi ini secara bertahap daripada penjualan segera.
Baca juga : Digelar 4 Hari, Pameran Bahan Bangunan Terbesar Kembali Hadir di Bali
"Ada banyak konsumen muda yang tertarik dalam mengeksplorasi tren makanan baru, dan saya pikir kami melihat peluang besar bagi kami, para pelaku industri bahan makanan, untuk menjadi bagian dari itu," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya