Dark/Light Mode

Israel Serang Lebanon, 492 Orang Tewas

Nggak Becus Stop Perang, DK PBB Wajib Direformasi

Rabu, 25 September 2024 06:20 WIB
Mobil-mobil terjebak macet saat warga mengungsi keluar dari Sidon, Lebanon, Senin (23/9/2024). Foto: AP/ MOHAMMED ZAATARI
Mobil-mobil terjebak macet saat warga mengungsi keluar dari Sidon, Lebanon, Senin (23/9/2024). Foto: AP/ MOHAMMED ZAATARI

 Sebelumnya 
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Mesir menyatakan serangan Israel di Lebanon merupakan pelanggaran atas ke­daulatan dan wilayah Lebanon. Mesir juga mendesak komunitas internasional dan DK PBB untuk membantu menghentikan serangan Israel di kawasan tersebut.

Kemlu Iran juga mengecam keras aksi militer Zionis menyerang ibu kota Beirut dan sejum­lah wilayah Lebanon selatan. Juru bicara Kemlu Iran Nasser Kanaani mengatakan, serangan gila Israel itu dapat menimbul­kan dampak serius bagi seluruh kawasan Asia Barat.

Kanaani menuding Israel ber­niat memprovokasi konflik ke dalam skala yang lebih luas. Ia juga mengkritik Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat yang bungkam terkait serangan Zionis ini.

Kemlu Suriah juga marah atas serangan Israel di Lebanon. Kem­lu Suriah menyalahkan AS karena selama ini memberi lampu hijau atas tindakan-tindakan Israel.

Baca juga : Saksi Ngaku Pernah Disodori Uang Dalam Plastik Warna Hitam

“Serangan Israel tidak akan mungkin terjadi tanpa perlindungan Amerika Serikat, yang melindungi Israel dari pertang­gungjawaban atas hukum inter­nasional,” demikian pernyataan Kemlu Suriah, dikutip kantor berita Sana, Selasa (24/9/2024).

Kemlu Palestina juga ikut mengutuk serangan tersebut. Mereka menyebut serangan itu meru­pakan wujud nyata pelanggaran mencolok atas hukum interna­sional dan merupakan ancaman terhadap stabilitas regional.

Israel telah mengalihkan fokus serangan ke kawasan perbatasan utarannya, Lebanon.

Setelah hampir setahun ber­perang melawan gerakan per­lawanan Palestina, Hamas di Jalur Gaza, kawasan perbatasan selatannya.

Baca juga : Tamara Tyasmara, Sedikit Lega Mantan Dituntut Hukuman Mati

Lebanon merupakan rumah tempat kelompok Hizbullah menembakkan roket ke Israel untuk mendukung Hamas.

Militer Israel mengklaim telah menyerang sekitar 800 lokasi kelompok milisi Hizbullah dalam 24 jam terakhir, dengan menggu­nakan lebih dari 1.400 amunisi.

Juru bicara militer Israel Daniel Hagari mewanti-wanti bakal adanya serangan lebih lanjut. Ia meminta warga di Lebanon un­tuk menghindari target potensial yang terkait dengan Hizbullah.

Menanggapi serangan terse­but, Hizbullah mengatakan telah meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan militer di Israel utara, dekat Haifa. Kelompok yang dibeking Iran itu juga meluncur­kan puluhan roket ke dua pang­kalan Israel, sebagai respons atas serangan di Lebanon selatan dan Bekaa. DAY

Baca juga : Tanpa Oposisi, DPR Ompong

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 25 September 2024 dengan judul "Israel Serang Lebanon, 492 Orang Tewas, Nggak Becus Stop Perang, DK PBB Wajib Direformasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.