Dark/Light Mode

Iran Rudal Israel, Timteng Makin Membara

Kamis, 3 Oktober 2024 08:00 WIB
Ratusan serangan rudal Iran ditembakkan ke Tel Aviv, Ibu Kota Israel. (Foto: BBC World)
Ratusan serangan rudal Iran ditembakkan ke Tel Aviv, Ibu Kota Israel. (Foto: BBC World)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran yang sudah berkali-kali menebar ancaman, akhirnya melancarkan serangan rudal besar-besaran terhadap zionis Israel. 180 rudal ditembakkan ke Tel Aviv, Ibu Kota Israel. Israel marah dan siap melancarkan serangan balasan. Amerika Serikat yang merupakan sekutu Israel, ikut naik pitam, dan mengancam akan membalas Iran. Buntutnya, situasi di Timur Tengah yang sudah lama memanas, kini semakin membara.

Serangan Iran itu, terjadi Selasa (1/10/2024) sekitar pukul 19.30. Rekaman yang disiarkan oleh stasiun televisi Israel memperlihatkan langit Tel Aviv yang tampak menyala. Beberapa rudal melesat seperti kembang api. Sebagian dari rudal tersebut ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Israel.

Serangan udara tersebut membuat sirine Israel menjerit. Suaranya menggema di seluruh wilayah Israel. Tentara Israel (IDF) segera memerintahkan warga untuk mencari perlindungan di tempat aman. Warga pun bergegas, berlarian menuju tempat perlindungan bom. Sementara beberapa reporter televisi tampak tiarap di jalanan untuk melaporkan siaran langsung.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi, malam itu pasukannya telah meluncurkan 180 rudal. Beberapa di antaranya adalah rudal Fattah, rudal buatan lokal yang punya kecepatan hipersonik.

Baca juga : Jokowi: Wajah Negara Ada Di PLBN Yang Kita Bangun

Rudal Fattah ini, diperkenalkan awal tahun lalu dengan kecepatan maksimum sekitar Mach 14 atau 17.150 km/jam. Artinya, jika jarak antara Teheran dan Tel Aviv sekitar 1.500 kilometer, rudal Fattah hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mencapai Tel Aviv.

Serangan Iran kali ini lebih besar dari yang dilancarkan, April lalu. Saat itu, Iran menembakkan 110 rudal balistik dan 30 rudal jelajah.

IRGC menyatakan, 90 persen rudal yang ditembakkan kali ini, berhasil mengenai target sasaran, dan mampu melewati sistem pertahanan udara Israel. Militer Iran mengklaim, serangan mereka berhasil mengenai tiga pangkalan militer Israel.

IRGC juga menyampaikan, serangan rudal balistik tersebut menargetkan pangkalan udara dan radar militer Israel, serta sejumlah aparat keamanan yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, dan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.

Baca juga : Kawal Transisi Pemerintahan

Dari sebuah video yang dilansir CNN, tampak sebuah rudal menghantam kurang dari satu kilometer di dekat markas Mossad di pinggiran Tel Aviv.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan, serangan tersebut hanyalah sebagian kecil dari kekuatan militer yang dimiliki Iran. Ia menegaskan, serangan ini merupakan tindakan pertahanan diri dan respons atas agresi brutal Israel terhadap Palestina dan Lebanon.

Pezeshkian juga memperingatkan Israel agar tidak melakukan serangan balasan. “Jangan terlibat konflik dengan Iran,” ucap Pezeshkian.

IRGC menambahkan, serangan akan berhenti jika Israel tak membalas. “Jika Israel menanggapi serangan ini, mereka akan menghadapi respons yang lebih menghancurkan,” demikian pernyataan militer Iran.

Baca juga : Jokowi & Ibu Iriana Terdaftar Di TPS 12

Israel tampaknya tak mau diam begitu saja. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan membalas Iran. “Iran membuat kesalahan besar malam ini dan akan membayarnya,” kata Netanyahu, Rabu (2/10/2024).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.