Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ratusan Diaspora Indonesia dan Warga Lokal Ramaikan Festival Indonesia 2024 di Melbourne
Selasa, 8 Oktober 2024 08:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nuansa musim semi di Melbourne tampak berbeda dan lebih hidup di bulan Oktober tahun ini saat ratusan Diaspora Indonesia dan warga lokal Melbourne sambil bergandengan tangan menyanyikan ‘Tatinggal di Papua’ bersama Nogei, duet Musisi yang juga Putra Asli Papua.
Gelaran tersebut dilaksanakan di Argyle Square, Carlton pada Outdoor Festival Indonesia 2024 di Melbourne, Victoria, Minggu (6/10/2024).
Sebelumnya, taman yang terletak di jantung kota Melbourne itu juga dihentak musik yang gembira oleh sekitar 600 lebih orang yang menarikan flashmob tarian tradisional khas Nusa Tenggara Timur ‘Ikan Nae di Pante.
Outdoor Festival Indonesia 2024 di Melbourne diramaikan dengan tarian Nusantara yang memukau pengunjung di Melbourne Victoria, Minggu (6/10/2024). (Foto: Dok. KJRI Melbourne)
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk promosi budaya Indonesia dengan skala besar yang diselenggarakan oleh Festival Indonesia Incorporated bersinergi dengan Konsulat Jenderal RI di Melbourne dengan dukungan aktif dari komunitas Indonesia di Melbourne.
Hadir Musisi Maluku dan Papua serta Penari Indonesia
Outdoor FI 2024 merupakan acara tahunan yang diramaikan sekitar lebih dari 4000 orang pengunjung yang memadati taman Argyle Square yang terletak di Carlton, jantung kota Melbourne.
Highlight pada hari yang cerah itu adalah penampilan dari musisi berbakat asli Maluku dan tanah Papua yaitu President Tidore (Bams Conoras) dan Nogei (duet Michael dan Stephen Wali) yang membawakan lagu-lagu bertemakan Gema Timur Indonesia dengan irama yang riang dan meriah.
“Kami sangat bangga tampil di Melbourne, karena kota ini merupakan basis komunitas Papua terbesar di Australia,” ungkap Michael Jakarimilena, yang merupakan salah satu finalis Indonesian Idols, yang juga penulis buku cerita anak “Sampari si Cendrawasih’ Dalam keterangannya diterima Senin (7/10/2024).
Baca juga : Blusukan Di Kota Bogor, Kaesang Pangarep Kampanyekan Sendi-Melli

Sementara itu, di stall makanan, dilaksanakan demo memasak oleh Chef Toto yang menyajikan kuliner khas tanah Papua dan chef Tati Karlin yang menyuguhkan makanan paling terkenal sedunia yaitu Rendang.
Adapun tenda-tenda menjual sajian Indonesia menyebar di setiap sudut Argyle Square mengelilingi panggung utama menjadi surga bagi pada foodist dan turis yang berkunjung.
Begitu juga dengan Makanan dan minuman tradisional khas nusantara seperti ketroprak dan es dawet cukup populer di kalangan warga lokal Melbourne, sehingga terlihat antrean panjang mengular di depan stall tersebut ikut meramaikan kegiatan ini.
Oscar Lawrence, warga lokal asal Coburg sangat terkesan dengan suasana di Argyle Square yang terasa seperti ‘kampung Indonesia’.
"Saya sudah pernah ke Indonesia dan pergi ke desa serta kampung di Bali, dan ini benar-benar terasa seperti kembali ke sana, selamat!’, ucap Oscar sambil menyeruput jus tebu.
Tak hanya itu, Outdoor FI 2024 juga menampilkan acara kebudayaan berupa tari-tarian khas Nusantara. Bahkan grup tari asal Indonesia yaitu Sekar Tanjung Company terbang dari Indonesia untuk ambil bagian unjuk kebolehan.

Baca juga : Pramono Ingin Warga Jakarta Gampang Cari Kerja
Menambah serunya Outdoor FI 2024, Workshop Wonderful Indonesia menampilkan skill untuk dibagi kepada pengunjung yaitu Pencak Silat, Angklung dan Pilates.
Di akhir program menjelang petang ditutup dengan penarikan doorprize disponsori oleh Garuda Indonesia yaitu berupa voucher tiket senilai 500 dollar untuk 4 pemenang yang beruntung.
FI Terbesar dalam Tiga Tahun Terakhir Penyelenggaraan Outdoor FI 2024 tahun ini merupakan yang paling besar apabila dibanding pada FI tahun-tahun sebelumnya dengan melibatkan total 297 pengisi acara dan mengingat jumlah peserta foodstall untuk Outdoor Festival dan keikutsertaan pada Forum Bisnis bertambah.
Ada lima pelaku UMKM yang bergabung dari Indonesia menunjukan antusias untuk ikut meramaikan rangkaian FI 2024.
Resika, selaku Program Manager FI, mengatakan bahwa panitia harus bekerja agak ekstra tahun ini, dengan terus bersyukur karena lebih banyak pihak dan personil yang membantu suksesnya acara ini.
Apalagi pengisi acara yang datang dari Indonesia juga dari kalangan professional.
"Kami sangat senang, karena bala bantuan dan dukungan muncul dari berbagai arah,” pungkas Resika, perempuan berdarah Manado ini.
Sekadar informasi, acara Outdoor FI 2024 merupakan bagian dari rangkaian Festival Indonesia 2024 (FI 2024) telah berlangsung pada 3-12 Oktober 2024 di Melbourne, Victoria.
Selain agenda tersebut, FI 2024 juga telah menyelenggarakan Festival Indonesia Business Forum: Indonesia-Australia Economic Powerhouse Business Forum dengan tema ‘Building an Economic Powerhouse: Leveraging Mutual Strengths in Digital Technology and Private Fund Sectors’ pada 3 Oktober 2024 dan Indonesian Night dengan tema ‘the Echo from the Eastern of Indonesia’ pada 4 Oktober 2024, yang menampilkan musisi asli asal Maluku dan Papua yaitu President Tidore dan Nogei.
Masih bagian dari rangkaian FI 2024, panitia juga terus berinovasi meciptakan program baru yaitu FI Goes to School yaitu program promosi budaya Indonesia Timur dengan mengunjungi sekolah-sekolah di seputar kota Melbourne pada tanggal 7 hingga 12 Oktober 2024.
Sementara itu, Konjen RI Melbourne, Kuncoro Waseso menyampaikan penghargaan kepada panitia yang telah bekerja mengupayakan agar event ini terselenggara dengan aman, meriah dan lancar.
“Saya terharu sekali dan mengapresiasi Diaspora Indonesia di Melbourne yang dengan kesungguhan hati dan sukarelaa bekerja keras’, ucapnya.
Kuncoro juga mengapresiasi para sponsor atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada FI 2024. Para sponsor dimaksud antara lain: Garuda Indonesia, IIPC Sydney, Kemenparekraf, Kabo Lawyers, Indofood, BNI Sydney, YNJ, I-property, Rusman Group, dan Atase Perdagangan Canberra.
Ia juga mengungkapkan bahwa FI 2024 adalah legacy yang telah berlangsung menahun dan kali ini merupakan FI yang ke-sebelas.
Lebih lanjut Kuncoro mengatakan, seiring bertambahnya waktu, diaspora Indonesia semakin besar di Melbourne bahkan mencapai belasan ribu, yaitu sekitar 15.500 untuk wilayah negara bagian Victoria.
"Diharapkan kegiatan dan tradisi FI perlu dipertahankan dan terus digelar setiap tahunnya," pungkas Kuncoro.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya