Dark/Light Mode

Demi Dukung Putrinya Nyapres Lawan Marcos

Duterte Bakal Nyalon Wali Kota Davao Lagi

Rabu, 9 Oktober 2024 06:20 WIB
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (kedua kiri) ditemani ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte (tengah), berpose bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (ketiga kanan) usai sumpah jabatan di Davao City, Filipina, 19 Juni 2022. Setelah dua tahun berlalu, kongsi politik Duterte-Marcos dikabarkan retak. Foto: AP PHOTO/MANMAN DEJETO
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte (kedua kiri) ditemani ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte (tengah), berpose bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (ketiga kanan) usai sumpah jabatan di Davao City, Filipina, 19 Juni 2022. Setelah dua tahun berlalu, kongsi politik Duterte-Marcos dikabarkan retak. Foto: AP PHOTO/MANMAN DEJETO

RM.id  Rakyat Merdeka - Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan kembali terjun ke politik dan mendaftarkan diri sebagai calon Wali Kota Davao, Senin (7/10/2024). Langkah ini untuk melawan kekuatan keluarga Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2028.

Duterte pernah menjadi Wali Kota Davao selama 20 tahun hingga akhirnya menjadi Presiden Filipina pada 2016. Davao meru­pakan kampung halamannya.

Selain itu, putranya yang bernama Sebastian Duterte akan dicalonkan menjadi wakilnya. Saat ini, Sebastian merupakan Wali Kota Davao.

Baca juga : Budi Said Pernah Ditawari Jadi Reseller, Tapi Menolak

“Saya ingin kembali melayani Anda semua,” ujar Duterte, usai menyerahkan dokumen pencalo­nannya di Davao City.

Sedangkan, Sebastian, yang kini menjabat Wali Kota Davao berjanji akan menjadikan kota itu lebih baik lagi.

“Ini kepemimpinan bersama. Sebagai keluarga, kita membangun Davao lebih maju dari kota Metropolitan,” janjinya.

Baca juga : Digugat Cerai Baim

Ketika masa jabatannya sebagai presiden berakhir pada 2022, Duterte mengatakan akan pensiun dari dunia politik. Na­mun demikian, dia telah menarik kembali pernyataan tersebut sebanyak beberapa kali.

Duterte masih tetap populer setelah lengser dan digantikan Ferdinand ‘Bongbong’ Mar­cos Jr. Namun, kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) dan lawan politiknya kemungkinan akan berkampanye keras untuk menghalanginya kembali ke dunia politik.

Duterte dan keluarganya juga berselisih dengan Bongbong. Bongbong menggandeng putri Duterte, Sara, sebagai Wakil Presiden Filipina. Sayang, kerja sama dua keluarga, Duterte dan Marcos, harus retak saat Duterte dan Bongbong adu mulut dan saling ejek pada periode pertama kepemimpinan Bongbong.

Baca juga : Ada Yang Cuti Massal, Kosongkan Persidangan Sampai Pake Pita Putih

Duterte secara terbuka men­cerca Marcos sebagai pemimpin yang lemah dan pecandu nar­koba. Marcos menertawakan tuduhan Duterte dan membalas cercaan itu dengan menyebut bahwa Duterte adalah pengguna fentanil dan opioid yang kuat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.